Selasa, 21 APRIL 2026 • 09:35 WIB

Tekan Inflasi, Pemkot Samarinda Pastikan Stok Pangan Tersedia

Author

Rapat pengendalian inflasi oleh Pemkot Samarinda. (ppid.samarindakota.go.id)

KALTIM - Untuk mengendalikan inflasi, Pemerintah Kota Samarinda memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman serta memperketat pemantauan distribusi di pasar-pasar tradisional. Upaya tersebut mengemuka saat Pemkot Samarinda mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual yang dirangkaikan dengan pembahasan program 3 juta rumah, Senin (20/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Lantai III, Gedung Balai Kota Samarinda. Agenda ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri RI, Tomsi Tohir, serta diikuti jajaran kepala perangkat daerah tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia guna memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Usai mengikuti arahan pusat, Asisten II Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, memimpin rapat internal bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk merumuskan langkah taktis di lapangan. Dalam arahannya, Marnabas menekankan pentingnya penguatan stok komoditas pangan melalui optimalisasi “Toko Inflasi” di wilayah Samarinda yang tersebar di sejumlah pasar utama, seperti Pasar Dama, Pasar Merdeka, Pasar Baqa, dan Pasar Segiri.

Langkah preventif ini diambil guna memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di tengah masyarakat tetap aman serta mencegah keresahan akibat kelangkaan stok. 

Baca juga: Gubernur Rudy Mas'ud Digoyang Protes Akibat Isu Dinasti, Aliansi Masyarakat Surati Presiden RI

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) RI, inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 0,41 persen secara bulanan (month-to-month). Meski secara historis empat tahun terakhir pasca-Lebaran inflasi cenderung menurun dibanding momen Ramadan-Lebaran, beberapa komoditas seperti tarif listrik, emas perhiasan, cabai merah, dan minyak goreng masih menjadi penyumbang inflasi.

Sementara itu, pantauan Dinas Perdagangan Kota Samarinda pada minggu ketiga April 2026 menunjukkan tren kenaikan harga pada beras, minyak goreng, daging, tomat, dan ikan tongkol. Adapun komoditas bawang merah dan cabai mulai mengalami penurunan harga secara bertahap.

Dalam arahannya, Marnabas juga menyoroti adanya indikasi pengalihan stok pangan yang seharusnya didistribusikan ke pasar, namun dialihkan ke tempat lain sehingga menyebabkan kekurangan pasokan di titik tertentu.

Baca juga: Simbol Asmaul Husna di Langit Samarinda: Menelisik Filosofi Menara 99 Meter Islamic Center

Untuk menjaga pemerataan distribusi, Pemkot Samarinda menerapkan pembatasan pembelian maksimal dua item barang sejenis per orang. Kebijakan ini diharapkan mampu mencegah penumpukan pembelian serta memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap merata.

Sebagai langkah nyata, Marnabas meminta jajarannya segera menjadwalkan Operasi Pasar Murah (OPM) guna mengantisipasi potensi lonjakan harga atau kelangkaan stok di pasar tradisional sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.

“Inflasi bisa datang secara tiba-tiba dan tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Karena itu, pertahanan stok kita harus kuat,” ujar Marnabas di hadapan jajaran TPID.

Upaya ini diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan ekonomi daerah dalam memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap aman bagi seluruh warga Samarinda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ppid.samarindakota.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU