KALTIM - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menorehkan prestasi gemilang di sektor pendidikan dengan menduduki peringkat pertama tingkat nasional untuk Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang pendidikan menengah.
Dengan capaian sebesar 99,59 persen, Benua Etam sukses mengungguli dua provinsi yang selama ini dikenal sebagai barometer pendidikan, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Aceh.
Lampaui Rata-Rata Nasional
Prestasi ini menunjukkan bahwa akses pendidikan di Kalimantan Timur telah merata secara masif.
Angka 99,59 persen tersebut tercatat melampaui rata-rata pencapaian perluasan akses pendidikan menengah tingkat nasional yang saat ini menyentuh angka 89,53 persen.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi jangka panjang dan kebijakan yang tepat sasaran.
"Perihal ini tidak terlepas dari kerja keras guru, orang tua, serta dukungan penuh program terobosan andalan pemerintah daerah bernama Gratispol Pendidikan," ujar Armin.
Baca juga: Pererat Sinergi Pendidikan, Wawali Samarinda Apresiasi Pendidikan Karakter di SMKN 16 Sempaja Timur
Target Ambisius 100 Persen pada 2027
Meski telah berada di posisi puncak nasional, Pemerintah Provinsi Kaltim tidak lantas berpuas diri.
Disdikbud Kaltim kini menetapkan target baru yang lebih berani, yakni menangani 100 persen anak putus sekolah pada tahun 2027 mendatang.
Guna mengejar target nol angka putus sekolah tersebut, Armin meminta setiap sekolah memiliki fleksibilitas tinggi dalam sistem pembelajaran.
Sekolah dituntut untuk tidak kaku dalam menghadapi siswa yang memiliki kendala ekonomi maupun jarak tempuh geografis yang jauh.
"Anak-anak yang memiliki kendala ekonomi keluarga maupun jarak tempuh boleh saja diupayakan untuk memilih gaya belajar dari rumah, yang penting ada monitor akademik dari sekolah," tegasnya.
Baca juga: Dewan Pendidikan Kaltim Bongkar Kejanggalan Penunjukan 176 Kepala Sekolah Baru
Inovasi Belajar Tanpa Batas Ruang Kelas
Disdikbud Kaltim mendorong pemanfaatan teknologi, seperti aplikasi pesan instan dan format digital (video/rekaman suara), untuk menghapus batasan ruang kelas konvensional.
Metode ini telah terbukti efektif, seperti yang ditunjukkan oleh siswa SMAN 10 Samarinda yang mampu menembus perguruan tinggi bergengsi meski sempat mengikuti pertukaran pelajar di Jepang selama sembilan bulan melalui sistem pendidikan mandiri.
Baca juga: Wujudkan Generasi Literat, Putra-Putri Pelajar Kaltim 2026 Siap Bawa Perubahan di Dunia Pendidikan
Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
Ke depan, fokus pemerintah daerah akan bergeser dari sekadar kuantitas akses menuju peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran.
Langkah ini diambil untuk memastikan generasi muda Kalimantan Timur memiliki daya saing global.
"Sumber daya manusia unggul yang dihasilkan melalui pemerataan pendidikan ini menjadi fondasi paling penting guna menjadikan generasi Kaltim berdaya saing global menuju visi Indonesia Emas 2045," tutup Armin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur