KALTIM - Pusat perbelanjaan legendaris di jantung Kota Samarinda, Mal Lembuswana, bersiap memasuki babak baru dalam linimasa bisnisnya pada bulan depan.
Langkah ini diambil seiring dengan jalannya proses pendataan seluruh aset di kawasan komersial tersebut sebelum dilakukan serah terima manajemen operasional secara menyeluruh.
Perubahan kendali ini dilakukan menyusul segera berakhirnya masa perjanjian kerja sama dengan skema Build-Operate-Transfer (BOT) atau bangun guna serah bersama pihak pengelola lama, PT Cipta Sumena Indah Satresna (CSIS), yang jatuh tempo pada 26 Juli 2026 mendatang.
"Fokus utama kami saat ini adalah menyelesaikan inventarisasi secara detail agar serah terima dapat dilakukan setelah seluruh aset dipastikan clear," ujar perwakilan tim pengelola aset, Ahmad Muzakkir.
Baca juga: Investasi Berkilau di Bulan Suci, Harga Emas Hari Ini Cetak Rekor Baru Rp3,06 Juta per Gram
Manajemen Baru Jamin Operasional Tenant Tetap Normal
Untuk memastikan roda bisnis di pusat perbelanjaan ini tetap berputar, kendali manajemen operasional harian selanjutnya akan diserahkan kepada Perusahaan Daerah (Perusda) Melati Bhakti Satya (MBS).
Berdasarkan hasil pemantauan awal di lapangan, tercatat ada 150 unit gerai (tenant) aktif yang berdiri di atas sembilan bangunan utama, lengkap dengan fasilitas peralatan mesin penunjang operasional.
Manajemen baru berkomitmen untuk mengawal proses transisi ini secara taktis demi mencegah terjadinya jeda layanan komersial (zero downtime).
Dengan demikian, aktivitas niaga para penyewa dan kenyamanan pengunjung setia dijamin tetap berjalan normal.
"Nantinya, ditugaskan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yaitu Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) untuk memegang penuh kendali manajemen operasional harian mal tersebut," kata Muzakkir.
Baca juga: Kutim Juara Serap Tenaga Kerja, Balikpapan Pimpin Nilai Investasi Terbesar di Kaltim
Nilai Properti Fantastis, Buka Peluang Kontrak Rancang Bangun Baru
Mal Lembuswana selama ini dikenal menempati lokasi yang sangat strategis dan bernilai ekonomi tinggi di Samarinda.
Berdasarkan kalkulasi terbaru, nilai aset tanah di kompleks tersebut telah menyentuh angka Rp702 miIiar, belum termasuk nilai bangunan yang berdiri di atasnya.
"Sementara itu, untuk nilai riil bangunan beserta peralatannya, kami segera melakukan proses penaksiran ulang secara profesional guna mengetahui harga properti saat ini secara akurat, kemungkinan bernilai triliunan rupiah secara keseluruhan tanah dan bangunan," ungkap Muzakkir.
Di sisi lain, peluang kerja sama baru kini terbuka lebar bagi para investor potensial.
Manajemen membuka opsi penerapan skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) atau kontrak rancang bangun baru jika ke depan kawasan komersial ini membutuhkan peremajaan desain fisik secara total.
Langkah modernisasi ini diharapkan mampu mengubah wajah Mal Lembuswana menjadi pusat perbelanjaan dengan konsep yang lebih kekinian, segar, dan sesuai dengan tren gaya hidup masyarakat modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur