Coklat Berau Mendunia! Diakui Merek Nasional, Kini DPRD Minta Skema Ekspor Kakao Segera Dioptimalkan
KALTIM - Komoditas kakao asal Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini semakin menunjukkan taringnya.
Produk olahan coklat asli daerah ini tidak hanya diakui kualitasnya, tetapi telah menempati peringkat atas dan menjadi bahan baku utama pembuatan susu untuk salah satu merek terkenal berskala nasional.
Prestasi ini membuktikan potensi komoditas yang tumbuh di atas tanah Berau tak kalah menjanjikan dari kekayaan di bawahnya.
Menanggapi pengakuan bergengsi ini, Wakil Ketua II DPRD Berau, Subroto, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk segera mengambil langkah konkret.
Ia meminta skema ekspor kakao Berau segera dioptimalkan agar manfaatnya dapat dirasakan maksimal.
Baca juga: Oknum Pendamping Desa Berprestasi di Berau Tersandung Dugaan Penyimpangan Seksual
"Coklat Berau kini sudah diakui secara nasional. Status bergengsi ini harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan melalui langkah konkret dan dukungan keberlanjutan," tegas Subroto.
Subroto menjelaskan bahwa pasar untuk kakao Berau sudah jelas, salah satunya adalah industri susu nasional.
Namun, ia melihat peluang pasar global masih sangat terbuka lebar, sementara proses pengiriman kakao mentah ke luar daerah belum dikelola secara optimal dalam skema ekspor yang terorganisir
“Selama ini sudah jelas pasarnya. Tapi sebenarnya, potensinya masih cukup besar untuk diekspor,” jelasnya.
Lebih lanjut, Subroto menekankan bahwa upaya peningkatan volume ekspor harus diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan petani.
Baca juga: 30 Ibu Rumah Tangga Berau Kompak Jaga Kesehatan Lewat Komunitas Poundfit Sfit Squad
Ia menyoroti bahwa dukungan Pemkab untuk petani kakao masih perlu dimaksimalkan.
"Karena kalau ingin meningkatkan volume ekspor, petaninya juga harus sejahtera, harus diberi perhatian lebih. Sistem perkebunan yang baik akan menghasilkan coklat berkualitas,” tambahnya.
Oleh karena itu, DPRD meminta Pemkab Berau untuk tidak hanya fokus di sektor hilir (pengolahan), tetapi juga wajib hadir dan mendukung secara serius di sektor hulu (budidaya dan pembinaan petani) guna memastikan kualitas produk tetap terjaga dan kesejahteraan petani meningkat seiring tingginya volume ekspor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berauterkini.co.id