Jam Bentong Tenggarong. (Indonesia Travel)
KALTIM - Jam Bentong merupakan salah satu ikon Kota Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Menara jam ini berada di Jalan Wolter Monginsidi Nomor 16, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. Lokasinya cukup strategis karena berada tidak jauh dari sejumlah landmark lain, seperti Jembatan Kutai Kartanegara, Menara Tuah Himba, dan Taman Kota Raja.
Nama “bentong” sendiri kerap dimaknai sebagai sesuatu yang besar atau berukuran raksasa. Karena bentuknya yang mencolok, Jam Bentong tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga dikenal sebagai pusat informasi pariwisata dan kebudayaan di Tenggarong.
Bangunannya memiliki desain yang unik dan mudah dikenali dari kejauhan. Keberadaan Jam Bentong menjadi bagian dari identitas Tenggarong yang juga dikenal sebagai Kota Raja karena memiliki hubungan yang kuat dengan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara.
Baca juga: Panti Disabilitas Odah Bersama Mulai Beroperasi di Kaltim
Bagi wisatawan, kawasan Jam Bentong dapat menjadi salah satu titik untuk menikmati suasana kota. Pengunjung bisa berjalan-jalan, bersantai, atau berfoto dengan latar menara jam dan lingkungan kota. Waktu sore menjelang malam menjadi salah satu momen yang menarik karena pengunjung dapat menikmati suasana senja sekaligus melihat lampu-lampu kawasan mulai menyala.
Kawasan di sekitar Jam Bentong juga terus dikembangkan sebagai ruang publik. Pada 2023, kawasan Jam Bentong bagian utara dan selatan termasuk dalam program pembangunan tujuh taman kota di Tenggarong. Program tersebut didukung melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari tujuh perusahaan dengan total kontribusi mencapai Rp5,3 miliar.
Tidak hanya menjadi tempat bersantai, Jam Bentong juga mulai dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan dan kegiatan masyarakat. Pada Juli 2026, kawasan ini menjadi lokasi kegiatan “Jonok Bekesah di Jam Bentong” yang menghadirkan aktivitas seni, budaya, literasi, dan ekonomi kreatif. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Jam Bentong memiliki potensi untuk berkembang sebagai ruang kolaborasi bagi masyarakat dan komunitas lokal.
Baca juga: Melihat Keunikan Danau Labuan Cermin, Ada di Kaltim Punya Dua Rasa
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pariwisata juga pernah merencanakan pengembangan Jam Bentong menjadi museum digital. Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan informasi mengenai sejarah, budaya, pariwisata, serta pembangunan Kutai Kartanegara melalui teknologi dan media interaktif.
Dengan lokasi yang strategis, arsitektur yang khas, serta kawasan yang semakin aktif, Jam Bentong tidak hanya menjadi landmark kota. Tempat ini juga berkembang menjadi ruang publik, pusat informasi wisata, dan lokasi kegiatan budaya yang memperkuat identitas Tenggarong.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kutai Kartanegara, Jam Bentong dapat menjadi salah satu destinasi singkat untuk menikmati suasana Kota Raja sekaligus mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat, sejarah, dan budaya daerah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Indonesia Travel