Pulau Beras Basah. (Foto: Instagram.com/explorebontang_island)
KALTIM - Menatap hamparan pasir putih yang kontras dengan jernihnya air laut di Pulau Beras Basah memang menenangkan jiwa.
Namun, destinasi ikonik di Kota Bontang ini menawarkan lebih dari sekadar pemandangan estetik.
Di balik keindahannya, tersimpan narasi masa lalu yang terus diceritakan turun-temurun oleh masyarakat pesisir.
Bagi Kamu yang berencana berkunjung, memahami cerita rakyat yang menyelimuti tempat-tempat ini akan memberikan pengalaman wisata yang lebih mendalam dan bermakna.
Baca juga: Inilah Daftar Pasar Terbesar di Kaltim yang Jadi Pusat Grosir Antar Daerah
Legenda yang paling melekat pada Pulau Beras Basah adalah kisah kapal milik Kesultanan Kutai.
Menurut catatan sejarah lisan yang sering dikutip oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, pulau ini dulunya dipercaya terbentuk dari tumpah ruahnya muatan beras setelah sebuah kapal karam akibat badai besar di Selat Makassar.
Beras tersebut perlahan membeku, menyatu dengan karang, dan bertransformasi menjadi pulau pasir putih yang kini kita kenal.
Cerita ini bukan sekadar dongeng, tapi bentuk penghormatan terhadap sejarah maritim dan peringatan akan kuatnya arus di perairan tersebut bagi para pelaut.
Baca juga: Kumpulan Mitos dan Legenda Bontang yang Belum Banyak Diketahui
Bukan hanya pulau, kampung di atas air, Bontang Kuala, juga memiliki nostalgi sejarah yang kuat.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Pemerintah Kota Bontang (bontangkota.go.id), asal-usul nama Bontang sendiri merujuk pada Perserikatan Tangga.
Ini adalah bukti sejarah bahwa sejak dulu, wilayah pesisir ini merupakan titik temu berbagai etnis mulai dari Kutai, Bajau, hingga Bugis yang bersatu demi kemajuan ekonomi.
Berjalan di atas jembatan kayu ulin di Bontang Kuala seperti kembali ke masa lalu, di mana setiap anak tangga rumah panggung memiliki cerita tentang persaudaraan antar suku yang tetap terjaga hingga era modern.
Jika Kamu bergeser sedikit ke arah daratan, Kamu akan menemui cerita rakyat yang masih hidup hingga detik ini, yaitu Legenda Buaya Guntung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber