Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 23 MEI 2026 • 08:00 WIB

Biografi Lengkap Sultan Aji Muhammad Idris, Pahlawan Nasional Pertama dari Kaltim

Biografi Lengkap Sultan Aji Muhammad Idris, Pahlawan Nasional Pertama dari KaltimSultan Aji Muhammad Idris. (Dok. Istimewa)

KALTIM - Sultan Aji Muhammad Idris adalah salah satu pahlawan nasional kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur. Ia merupakan Sultan ke-14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang memerintah pada abad ke-18, tepatnya dari tahun 1735 sampai 1739.

Meski masa pemerintahannya terbilang singkat, nama beliau abadi karena keberaniannya melawan penjajah dan sikap solidernya yang tinggi terhadap perjuangan daerah lain.

Nah, biar kita makin kenal dengan sosoknya, yuk simak kisah hidup dan perjuangan Sultan Aji Muhammad Idris berikut ini!

Garis Keturunan dan Naik Tahta

Sultan Aji Muhammad Idris lahir dari kalangan bangsawan tinggi. Beliau adalah putra dari Sultan Aji Pangeran Anum Panji Mendapa ing Martadipura. Sejak muda, beliau sudah dididik dengan nilai-nilai kepemimpinan dan agama yang kuat.

Ketika naik tahta menggantikan ayahnya pada tahun 1735, beliau menjadi raja Kutai pertama yang menggunakan gelar "Sultan", setelah kesultanan tersebut sepenuhnya memeluk agama Islam. Di bawah kepemimpinannya, Kesultanan Kutai mengalami masa-masa yang stabil secara politik dan ekonomi.

Baca juga: Lirik Lagu Burung Enggang (Merista), dari Kaltim Tentang Kesedihan di Balik Keindahan

Menikah dengan Bangsawan Sulawesi

Salah satu keputusan besar dalam hidup Sultan Aji Muhammad Idris adalah memperkuat hubungan diplomatik dengan kerajaan lain melalui pernikahan. Beliau menikah dengan Puteri Andi Vadeng (ada juga yang menyebutnya Utin Janat), yang merupakan cucu dari Sultan Wajo dan anak dari Daeng Marewa, seorang tokoh penting dari Bugis, Sulawesi Selatan.

Pernikahan ini bukan cuma soal asmara, tapi juga menciptakan ikatan emosional dan militer yang sangat kuat antara Kesultanan Kutai di Kalimantan dengan kerajaan-kerajaan Bugis di Sulawesi. Ikatan inilah yang nantinya mengubah jalan hidup Sang Sultan.

Perjuangan Melawan VOC hingga Gugur di Medan Perang

Pada tahun 1739, ibu kota Kerajaan Wajo di Sulawesi Selatan diserang oleh pasukan kompeni Belanda (VOC). Mendengar tanah kelahiran mertuanya digempur penjajah, jiwa nasionalisme dan solidaritas Sultan Aji Muhammad Idris langsung bergejolak.

Beliau tidak mau tinggal diam melihat sekutunya ditindas. Sultan akhirnya mengambil keputusan berani: beliau berangkat langsung ke Sulawesi Selatan memimpin pasukan perang dari Kutai untuk membantu memukul mundur VOC.

Pertempuran di Sulawesi berlangsung sangat sengit. Pasukan gabungan Kutai dan Bugis bertarung habis-habisan demi mempertahankan kedaulatan tanah mereka. Namun, dalam perang yang melelahkan tersebut, Sultan Aji Muhammad Idris gugur di medan laga pada tahun 1739. Beliau wafat sebagai seorang kesatria dan dimakamkan di pemakaman raja-raja Wajo di Sulawesi Selatan.

Baca juga: Satu-satunya di Kaltim, Sistem Mutasi dan Promosi Pejabat Samarinda Kini Full Objektif Berbasis Talenta

Warisan Sejarah dan Gelar Pahlawan Nasional

Meskipun jasadnya tidak dimakamkan di tanah Kalimantan, masyarakat Kutai dan Kalimantan Timur selalu mengenang beliau sebagai pemimpin yang gagah berani. Pengorbanannya menjadi bukti nyata bahwa perjuangan melawan penjajah di masa lalu tidak dibatasi oleh sekat-sekat wilayah.

Atas jasa dan keberaniannya yang luar biasa, Pemerintah Republik Indonesia resmi menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Aji Muhammad Idris pada tanggal 10 November 2021.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uinsi.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Biografi Lengkap Sultan Aji Muhammad Idris, Pahlawan Nasional Pertama dari Kaltim

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!