Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 16:47 WIB

Menjelajahi Jantung Hijau Kaltim: Mengenal 5 Primata Asli Penghuni Hutan Wehea hingga Mahakam

Author

Ilustrasi Orang Utan. (Foto: Freder/istockphoto.com)
KALTIM -
Hutan hujan tropis di Kalimantan Timur (Kaltim) bukan sekadar paru-paru dunia, melainkan rumah bagi keanekaragaman hayati yang tak ternilai.

Dari rimbunnya Hutan Lindung Wehea hingga lekukan Sungai Mahakam, hidup kelompok primata endemik yang menjadi penjaga keseimbangan ekosistem di tanah Benua Etam.

Dalam rangka memperingati Hari Primata Indonesia pada 30 Januari lalu, penting bagi warga Kaltim untuk mengenal lebih dekat para penduduk asli ini.

Banyak di antaranya yang kini bergantung pada kearifan lokal masyarakat adat dan kawasan konservasi untuk bertahan hidup dari kepunahan.

Berikut adalah 5 primata penghuni asli Kalimantan Timur yang menjadi kekayaan alam kebanggaan daerah:

Baca juga: Dari Diplomat Hingga Sultan Pemberani, Inilah 5 Tokoh Kaltim yang Mengukir Sejarah Benua Etam

1. Lutung Kutai: Si Lutung Drakula dari Wehea

Primata bernama latin Presbytis canicrus ini merupakan permata tersembunyi dari Kutai Timur.

Sempat dianggap punah, Lutung Kutai ditemukan kembali pada 2019 di Hutan Lindung Wehea.

Satwa ini dijuluki Lutung Drakula karena corak putih keabuan di bagian leher dan dada yang menyerupai jubah.

Keberadaannya saat ini bertahan berkat penjagaan ketat masyarakat adat Dayak Wehea.

Baca juga: Terekam Kamera Jebak, Macan Dahan hingga Kucing Merah Masih Berkeliaran di Hutan Kaltim

2. Orang Utan Morio: Penjaga Hutan Timur

Kalimantan Timur merupakan habitat utama bagi subspesies Pongo pygmaeus morio.

Orang Utan ini tersebar di wilayah Kaltim hingga Sabah.

Ciri khasnya adalah rambut merah gelap yang cenderung kusut.

Di Kaltim, mereka dapat ditemui di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).

Meski tangguh, habitat mereka sangat rentan terhadap kebakaran hutan dan pembalakan liar.

3. Bekantan: Si Hidung Besar Penghuni Mahakam

Bekantan (Nasalis larvatus) adalah primata ikonik yang banyak mendiami hutan bakau dan pinggiran sungai di Kaltim.

Bagi Kamu yang melintasi jalur Sungai Mahakam, pemandangan kera berhidung besar ini bergelantungan di dahan pohon merupakan daya tarik tersendiri.

Uniknya, Bekantan adalah perenang ulung yang memiliki selaput pada kaki dan tangannya untuk menyeberangi sungai.

4. Kukang Kalimantan: Si Pemalu dari Benua Etam

Dikenal dengan sebutan putra bayu di beberapa wilayah Kalimantan, Kukang Kalimantan (Nycticebus borneanus) adalah primata nokturnal yang hidup di pepohonan lebat Kaltim.

Baca juga: Hutan Kota Berau atau Tambang Tersembunyi? Sindiran Menohok Melanie Subono: Keren Ya Hutan Kotanya!

Meski gerakannya lambat dan tampak menggemaskan, satwa ini termasuk kategori Rentan (Vulnerable).

Pemerintah melarang keras perdagangan kukang karena peran pentingnya sebagai pengendali hama serangga di hutan.

5. Langur Borneo: Sang Penghuni Rawa yang Kian Langka

Meski sebarannya sangat terbatas di Kalimantan Barat, jejak kerabat lutung endemik ini menjadi pengingat penting bagi konservasi di seluruh daratan Borneo, termasuk Kaltim.

Dengan status Kritis (Critically Endangered), keberadaan primata yang peka terhadap perubahan lingkungan ini menjadi alarm bagi kesehatan hutan-hutan rawa di Kalimantan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU