KALTIM - Akses terhadap pangan dengan harga terjangkau masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menuntut banyak keluarga untuk lebih cermat mengatur pengeluaran harian.
Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), masyarakat di Kalimantan Timur mendapat kesempatan untuk membeli berbagai kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih ramah di kantong. Program ini rutin digelar sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus membantu warga memperoleh harga yang sesuai dengan ketentuan resmi.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan Kaltim, Amaylia Dina Widyastuti, menjelaskan bahwa harga pangan yang dijual dalam kegiatan tersebut mengikuti regulasi yang berlaku, seperti Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pembelian (HAP).
"Harga-harga pangan yang dijual itu sesuai dengan regulasi, jadi berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan juga Harga Acuan Pembelian (HAP)," ujar Amaylia, Kamis (9/7).
Baca juga: Wisman ke Kalimantan Timur Naik 20,02 Persen, Mayoritas dari Brunei Darussalam
Dengan harga yang lebih terkendali, masyarakat diharapkan bisa lebih mudah memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari tanpa terlalu terbebani oleh fluktuasi harga di pasaran.
"Supaya mudah terjangkau aksesnya dan daya beli masyarakat bisa meningkat juga," imbuhnya.
GPM juga menjadi salah satu cara untuk mendekatkan pangan pokok kepada masyarakat. Tidak hanya digelar di tingkat provinsi, kegiatan serupa juga dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Melalui kegiatan ini, keterjangkauan pangan diharapkan tetap terjaga, sehingga masyarakat di berbagai wilayah Kaltim bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil dan sesuai daya beli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kaltimprov.go.id