Peringatan Milad ke-23 Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) dan Milad ke-5 Ikatan Alumni (IKA) HMB. (Foto: Hendra/PPID Kota Bontang)
KALTIM - Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa generasi muda saat ini tidak boleh hanya bertindak sebagai penyampai kritik di ruang publik, tetapi juga harus mampu memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah yang menghadirkan solusi konkret serta gagasan inovatif bagi kemajuan Kota Bontang.
Pesan penting tersebut disampaikan langsung oleh Agus Haris saat membuka secara resmi peringatan Milad ke-23 Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) dan Milad ke-5 Ikatan Alumni (IKA) HMB.
Acara yang dirangkai dengan Diskusi Reflektif lintas sektor ini digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang pada Ahad (21/6) malam.
Dalam pandangannya, usia 23 tahun menjadi bukti nyata bahwa HMB berhasil menjaga rantai regenerasi organisasi dengan baik dan konsisten menjadi wadah lahirnya pemikiran kritis pemuda.
"Pembangunan Bontang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk mahasiswa dan pemuda. Mereka adalah aset penting yang memiliki kapasitas intelektual dan perspektif baru untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan," ujar Agus Haris, Ahad (21/6) malam.
Baca juga: Riset Tesis Mahasiswa FISIP Unmul Potret Keberhasilan Gaya Kepemimpinan Wali Kota Samarinda
Mengusung tema “Refleksi Komitmen, Dari HMB Ku Bangun Bontangku”, agenda diskusi reflektif ini dinilai sangat selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah yang tengah menyoroti arah pembangunan masa depan.
Agus Haris menyebut mahasiswa asal Bontang yang tengah menempuh pendidikan di berbagai kota di Indonesia memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk pulang dan berkontribusi bagi tanah kelahirannya.
Terlebih, Pemerintah Kota Bontang saat ini tengah mematangkan visi pembangunan sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, serta berkelanjutan dalam posisinya sebagai daerah mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN).
Oleh sebab itu, kolaborasi dengan kalangan akademisi dan mahasiswa menjadi instrumen penting.
Pemerintah berkomitmen membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi generasi muda, mulai dari tahap penampungan gagasan awal hingga pengawalan kebijakan publik yang konstruktif di lapangan.
Baca juga: Batas Akhir 30 Juni, Pemprov Kaltim Minta Mahasiswa Simak Sosialisasi Aturan Gratispol
Selain berfungsi sebagai momentum silaturahmi akbar dan perayaan hari jadi organisasi, diskusi reflektif ini sengaja menghadirkan perpaduan unsur eksekutif, legislatif, dan akademisi.
Keterlibatan tokoh dari lintas sektor tersebut diharapkan mampu menelurkan rekomendasi taktis serta sumbangan pemikiran yang bermanfaat bagi masa depan tata kelola Kota Bontang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Bontang