Ilustrasi Orang Utan. (Foto: Freder/istockphoto.com)
KALTIM - Hutan hujan tropis di Kalimantan Timur (Kaltim) bukan sekadar paru-paru dunia, melainkan rumah bagi keanekaragaman hayati yang tak ternilai.
Dari rimbunnya Hutan Lindung Wehea hingga lekukan Sungai Mahakam, hidup kelompok primata endemik yang menjadi penjaga keseimbangan ekosistem di tanah Benua Etam.
Dalam rangka memperingati Hari Primata Indonesia pada 30 Januari lalu, penting bagi warga Kaltim untuk mengenal lebih dekat para penduduk asli ini.
Banyak di antaranya yang kini bergantung pada kearifan lokal masyarakat adat dan kawasan konservasi untuk bertahan hidup dari kepunahan.
Berikut adalah 5 primata penghuni asli Kalimantan Timur yang menjadi kekayaan alam kebanggaan daerah:
Baca juga: Dari Diplomat Hingga Sultan Pemberani, Inilah 5 Tokoh Kaltim yang Mengukir Sejarah Benua Etam
Primata bernama latin Presbytis canicrus ini merupakan permata tersembunyi dari Kutai Timur.
Sempat dianggap punah, Lutung Kutai ditemukan kembali pada 2019 di Hutan Lindung Wehea.
Satwa ini dijuluki Lutung Drakula karena corak putih keabuan di bagian leher dan dada yang menyerupai jubah.
Keberadaannya saat ini bertahan berkat penjagaan ketat masyarakat adat Dayak Wehea.
Baca juga: Terekam Kamera Jebak, Macan Dahan hingga Kucing Merah Masih Berkeliaran di Hutan Kaltim
Kalimantan Timur merupakan habitat utama bagi subspesies Pongo pygmaeus morio.
Orang Utan ini tersebar di wilayah Kaltim hingga Sabah.
Ciri khasnya adalah rambut merah gelap yang cenderung kusut.
Di Kaltim, mereka dapat ditemui di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber