Manik-manik Dayak. (Foto: indonesia.travel)
KALTIM - Berkunjung ke Kalimantan Timur kini semakin diminati, terlebih dengan masifnya aktivitas penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bagi para pelancong, membawa pulang produk kriya lokal bukan sekadar membeli buah tangan, melainkan sebuah bentuk apresiasi terhadap warisan budaya takbenda yang bernilai seni tinggi.
Baca juga: Kerajinan Kayu Ulin hingga Tas Anyaman Berau Laris Manis di Bazar Dekranas
Benua Etam memiliki jajaran produk kerajinan tangan legendaris yang mendunia. Beberapa di antaranya yang paling dicari meliputi:
Baca juga: Lokasi Belanja Oleh-Oleh Paling Ikonik di Kalimantan Timur yang Ramah Kantong
Setiap anyaman dan pola warna pada kerajinan Dayak memiliki ikatan erat dengan alam.
Corak Burung Enggang dan Mata Komat, misalnya, melambangkan perlindungan spiritual, keagungan, dan status sosial.
Sementara itu, bahan baku yang digunakan murni memanfaatkan kekayaan hutan Kalimantan, seperti rotan pilihan, serat kulit kayu nyamu, dan pewarna alami tumbuhan.
Untuk Sarung Samarinda, kekuatan benang sutra tenunnya melambangkan ketabahan dan jalinan persaudaraan yang erat.
Baca juga: Mengupas Filosofi Mandau dan Sumpit Khas Dayak Kaltim
Untuk mendapatkan harga terbaik langsung dari perajinnya, wisatawan dapat mengunjungi destinasi berikut:
Baca juga: Inilah Mitos Panglima Burung dan Alasan Suku Dayak Kenyah Mengkeramatkan Enggang
Fleksibilitas harga kerajinan di Kaltim sangat ramah bagi kantong semua kalangan.
Bagi para backpacker, gantungan kunci manik, gelang etnik, atau dompet rotan kecil dapat ditebus mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000.
Namun, bagi para kolektor kelas "sultan", selembar Sarung Samarinda sutra asli atau tas anjat kombinasi kulit yang rumit dibanderol mulai dari Rp500.000 hingga menembus jutaan rupiah per buah karena proses pembuatannya yang memakan waktu berbulan-bulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber