Kamis, 29 JANUARI 2026 • 23:18 WIB

Targetkan Zero Stunting, Badan Gizi Nasional Siapkan 28 Dapur Makan Gratis di Kota Bontang

Author

Peresmian yang ditandai dengan pemotongan tumpeng. (Foto: Hayatullah/Prokompim Kota Bontang)
KALTIM -
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara resmi meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 05 di Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru pada Sabtu, (24/01/2026) lalu.

Kehadiran dapur ini menjadi bagian dari target besar pembangunan 28 unit dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan tersebar di seluruh penjuru kota.

Dalam arahannya, Wali Kota Neni menegaskan bahwa intervensi gizi melalui protein tinggi sangat krusial untuk menekan angka stunting yang saat ini sudah turun ke level 15,6 persen dari sebelumnya 20 persen.

Neni menaruh harapan besar pada operasional dapur ini sebagai garda terdepan kesehatan anak.

Baca juga: Resmikan Dapur Gizi ke-13, Wali Kota Bontang Targetkan 23 SPPG Beroperasi Dukung Program MBG

"Saya berpesan kepada seluruh pekerja dan relawan, bekerjalah dengan teliti dan ikhlas. Gizi anak-anak masa depan Bontang ada di tangan Bapak Ibu sekalian," ujar Neni saat memberikan sambutan di hadapan para tamu undangan.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, menjelaskan bahwa SPPG di Bontang Baru ini merupakan dapur ke-14 yang telah beroperasi.

Saat ini, sebanyak 17 unit dapur sudah mengantongi SK resmi dari pusat, dan BGN terus berupaya memenuhi total target 28 unit dapur untuk menjamin cakupan layanan yang menyeluruh.

Sinkronisasi data dengan Dinas Kesehatan juga terus diperkuat agar sasaran program tepat kepada keluarga berisiko stunting, termasuk ibu hamil dan menyusui.

Baca juga: Amsindo Nilai Program MBG Positif bagi Ekonomi, Minta Pengawasan Distribusi Makanan Diperketat

Rencana pembangunan 28 dapur ini juga mencakup komitmen pemerataan akses hingga ke wilayah terjauh.

BGN telah memetakan lima titik strategis yang akan ditempatkan di wilayah pesisir guna memastikan tidak ada anak yang terlewatkan.

Mengenai hal ini, Surya Dwi Saputra menegaskan pentingnya jangkauan hingga ke pulau-pulau kecil.

"Kami tidak hanya fokus di darat. Lima titik SPPG akan ditempatkan di wilayah pesisir seperti Selangan, Tihi-tihi, Malahing, Lok Tunggul, dan Gusung. Akses gizi harus merata hingga ke ujung Bontang," tegas Surya.

Selain dampak kesehatan yang menjadi tujuan utama, keberadaan puluhan dapur ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga sekitar.

Setiap satu dapur mampu menyerap hingga 47 tenaga kerja lokal.

Neni pun optimis bahwa jika target 28 dapur terwujud, ribuan lapangan kerja baru akan tercipta yang sejalan dengan visi menuju zero pengangguran.

Peresmian yang ditandai dengan pemotongan tumpeng ini menjadi simbol sinergi antara pusat dan daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Bontang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU