Desa Budaya Pampang, Kaltim. (jadesta.kemenpar.go.id)
KALTIM - Desa Budaya Pampang merupakan salah satu destinasi wisata budaya populer di Samarinda, Kalimantan Timur. Berjarak sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Samarinda dan cukup dekat dengan Bandara APT Pranoto, desa ini menjadi tempat yang menarik untuk mengenal lebih dekat kehidupan serta kebudayaan Suku Dayak Kenyah.
Sebagai salah satu desa adat yang masih aktif menjaga tradisi, Desa Budaya Pampang menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga memiliki pesona alam yang masih alami.
Masyarakat Desa Budaya Pampang hingga kini masih mempertahankan berbagai tradisi khas Dayak Kenyah. Beberapa sesepuh masih memiliki telinga panjang serta tato dengan motif tradisional Dayak yang menjadi bagian dari identitas budaya mereka.
Wisatawan yang datang dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, melihat kehidupan sehari-hari warga, hingga mengenal berbagai kerajinan tradisional seperti manik-manik dan batik khas Pampang. Selain itu, pengunjung juga bisa membeli berbagai souvenir etnik sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan teman.
Baca juga: Mengenal Hari Jadi Kalimantan Timur, Sejarah Lengkap dan Arti Lambangnya
Salah satu daya tarik utama Desa Budaya Pampang adalah pertunjukan seni dan tari tradisional Dayak Kenyah yang rutin digelar setiap hari Minggu mulai pukul 14.00 WITA.
Pertunjukan biasanya berlangsung di Lamin Pemung Tawai dan menampilkan berbagai tarian khas Dayak Kenyah dengan kostum tradisional serta iringan musik khas.
Wisatawan juga berkesempatan untuk ikut menari bersama para penari adat dan berfoto dengan masyarakat setempat, termasuk para sesepuh yang masih mempertahankan tradisi telinga panjang.
Desa Budaya Pampang, Kaltim. (jadesta.kemenpar.go.id)
Tidak hanya menawarkan wisata budaya, Desa Budaya Pampang juga memiliki potensi wisata alam yang menarik untuk dijelajahi. Salah satunya adalah kawasan Sungai Pampang yang dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dari Lamin Utama Desa Pampang.
Kawasan ini menawarkan suasana hutan yang masih alami, tebing tinggi, aliran sungai yang jernih, mata air, kolam alami, hingga beberapa air terjun. Pepohonan besar yang membentuk kanopi membuat suasana hutan terasa sejuk dan teduh.
Di beberapa titik, cahaya matahari bahkan sulit mencapai dasar hutan karena tertutup pepohonan dan tebing yang tinggi. Wisatawan juga berpeluang menjumpai berbagai satwa liar seperti monyet, berang-berang, serangga, dan satwa hutan lainnya.
Bagi pencinta wisata alam, menyusuri Sungai Pampang bisa menjadi aktivitas yang menarik. Jalur trekking di kawasan ini relatif mudah dilalui dan dapat menjadi pilihan untuk wisata bersama keluarga. Pengunjung dapat berjalan di sepanjang tepian sungai, bermain air, hingga berenang di kolam alami yang berada di sekitar air terjun.
Wisatawan disarankan membawa bekal sendiri selama perjalanan. Namun, kebersihan kawasan tetap harus dijaga dengan membawa kembali seluruh sampah setelah selesai berwisata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Politanisamarinda.ac.id