Gua Mengkuris yang terletak di Desa Batu Lepoq, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur. (Foto: Humas Pemprov Kaltim)
KALTIM - Tim Penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat melakukan kunjungan lapangan ke Gua Mengkuris yang terletak di Desa Batu Lepoq, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, pada Rabu (8/7/2026).
Kunjungan strategis ini bertujuan untuk meninjau dan menilai secara langsung pengelolaan warisan geologi serta budaya di situs yang menjadi salah satu geosite unggulan di kawasan karst tersebut.
Setibanya di lokasi, kedatangan tim penilai langsung disambut dengan prosesi adat tepung tawar oleh masyarakat setempat.
Baca juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Kutai Timur Meriah, Ribuan Warga Padati Folder Ilham Maulana
Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu sekaligus ritual doa keselamatan sebelum rombongan masuk untuk mengintip keunikan interior gua yang sarat akan nilai sakral dan historis.
"Cap-cap telapak tangan di dalam gua ini tidak akan berubah. Tugas kita adalah menjaga dan melestarikannya agar tetap bisa dinikmati generasi mendatang," ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Batu Lepoq, Pak Minggu.
Ketua Pokdarwis Desa Batu Lepoq, Pak Minggu, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan aturan pengelolaan wisata yang sangat ketat demi menjaga ekosistem dan keaslian interior gua yang menjadi warisan geologi berharga ini.
Jumlah pengunjung yang ingin masuk dibatasi secara berkala dengan maksimal lima orang saja per rombongan, serta diwajibkan penuh untuk didampingi oleh pemandu lokal.
Selain itu, faktor alam juga menjadi penentu utama operasional wisata, di mana akses menuju gua akan ditutup total saat cuaca hujan demi keselamatan para pelancong.
Baca juga: 5 Spot Instagramable di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Komitmen tinggi ini bukan hal baru bagi Pak Minggu.
Pria yang telah setia menjaga kawasan karst tersebut sejak tahun 1981 ini mengaku memikul tanggung jawab moral yang besar untuk merawat peninggalan prasejarah di dalamnya dari ancaman vandalisme maupun kerusakan alami.
Secara ilmiah, Gua Mengkuris memiliki keunikan yang luar biasa karena mengombinasikan tiga nilai utama, yakni geologi, arkeologi, dan budaya.
Struktur fisik Gua Mengkuris sendiri terbentuk secara alami pada formasi batu gamping (karst) yang diperkirakan berumur 16 hingga 28 juta tahun.
Umur geologi yang sangat tua ini menjadikannya bentang alam yang sangat bernilai ilmiah tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Kaltim