KALTIM - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, (17/02/2026), geliat persiapan mulai terasa di berbagai sudut Kalimantan Timur.
Selain pembersihan klenteng dan pemasangan lampion, tradisi yang paling dinanti adalah jamuan makan malam keluarga atau Reunion Dinner.
Di Kalimantan Timur, khususnya di kota-kota seperti Samarinda dan Balikpapan, perpaduan budaya Tionghoa dan lokal menciptakan ragam hidangan khas yang dipercaya membawa keberuntungan di Tahun Kuda Api ini.
Dilansir melalui para pakar kuliner dan tokoh komunitas Tionghoa setempat, berikut adalah 7 hidangan wajib yang dipercaya membawa hoki dan sering dijumpai di meja makan masyarakat Kaltim saat Imlek:
1. Yusheng (Salad Kebersamaan)
Hidangan ini menjadi pembuka wajib di berbagai restoran hotel di Balikpapan dan Samarinda.
Terdiri dari irisan sayuran segar dan ikan mentah, cara makannya sangat unik, diaduk dan diangkat tinggi-tinggi dengan sumpit.
Semakin tinggi angkatan sumpitnya, dipercaya semakin tinggi pula keberuntungan yang akan diraih di tahun 2026.
2. Ikan Bandeng (Simbol Kelimpahan)
Berbeda dengan daerah lain, masyarakat Tionghoa di pesisir Kalimantan Timur sering memilih ikan bandeng segar hasil tangkapan lokal.
Kata ikan (yu) dalam bahasa Mandarin terdengar menyerupai kata kelebihan.
Menyajikan ikan utuh melambangkan harapan agar rezeki selalu bersisa dan melimpah sepanjang tahun.
3. Lapis Legit (Rezeki Berlapis)
Kue ini merupakan akulturasi budaya yang sangat populer di Kaltim.
Teksturnya yang berlapis-lapis melambangkan doa agar rezeki dan keberuntungan datang bertumpuk-tumpuk.
Di Samarinda, Lapis Legit sering dijadikan hantaran (hampers) premium antar kolega bisnis.
4. Mie Panjang Umur (Siu Mie)
Mie yang disajikan tanpa diputus saat dimasak ini memiliki makna harapan akan usia yang panjang dan kesehatan yang prima.
Di berbagai kedai legendaris di kawasan Pecinan Samarinda, Siu Mie tetap menjadi menu yang paling dicari menjelang malam pergantian tahun.
5. Manisan Segi Delapan (Tray of Happiness)
Dalam sebuah wadah berbentuk segi delapan, terdapat delapan jenis manisan seperti biji teratai yang melambangkan kesuburan dan jeruk nipis kering sebagai simbol kemakmuran.
Angka delapan sendiri dianggap sebagai angka keberuntungan abadi dalam budaya Tionghoa.
6. Ayam atau Bebek Utuh
Menyajikan ayam atau bebek secara utuh (lengkap dengan kepala dan kaki) melambangkan keutuhan dan kesetiaan keluarga.
Hidangan ini biasanya dimasak dengan bumbu rempah yang kaya, mencerminkan kemakmuran hidup.
7. Kue Keranjang (Nian Gao)
Tak lengkap rasanya Imlek tanpa Kue Keranjang. Teksturnya yang lengket melambangkan keeratan hubungan kekeluargaan.
Banyak warga di Balikpapan yang mengolah kembali kue ini dengan cara digoreng menggunakan tepung atau santan untuk dinikmati bersama saat kumpul keluarga di hari pertama Imlek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber