Goa Halo Tabung, Pulau Maratua, Kabupaten Berau. (Foto: Aaron Lisandrio/Google Maps)
KALTIM - Hanya dengan melintasi jalur transportasi menuju Kepulauan Derawan, para pelancong dapat langsung menjelajahi keajaiban geologi jutaan tahun di Goa Halo Tabung, Pulau Maratua, Kabupaten Berau.
Terletak di Kampung Payung-Payung, destinasi wisata ini menyuguhkan kolam alami air payau berwarna biru toska yang bening hingga ke dasar, menjadikannya salah satu geosite paling diburu setelah Danau Kakaban dan Laguna Kehe Daing.
Pengelolaan kawasan wisata ini mulanya dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat melalui kelompok Pelita Maratua Family, sebelum akhirnya menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kampung lewat Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sejak 2022.
Dari tarif tiket masuk sebesar Rp20 ribu per orang, separuhnya disetorkan langsung ke kas kampung untuk mendukung operasional kawasan sekaligus pembangunan desa wisata.
Baca juga: Intip Pesona Goa Halo Tabung, Rekomendasi Wisata Gratis dengan Air Sebening Kaca di Maratua
Skema pengelolaan berbasis komunitas ini terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian lokal.
"Kalau Goa itu artinya gua. Halo dalam bahasa Bajau berarti laguna, yaitu perairan yang berada di pinggir pantai sampai ke tubir. Sedangkan Tabung adalah nama ikan kakap tompel yang banyak dipancing nelayan tepat di depan lokasi wisata ini," terang penjaga sekaligus pemelihara Goa Halo Tabung, Edi Susanto.
Secara geologis, Goa Halo Tabung merupakan gua karst air payau dengan kedalaman mencapai 25 meter dan kedalaman permukaan air untuk berenang sekitar 1,5 meter.
Terletak hanya 50 meter dari bibir pantai, air di dalam gua bersirkulasi langsung dengan air laut melalui rekahan batu kapur, sehingga tinggi permukaan airnya selalu mengikuti ritme pasang surut.
Baca juga: Bukan Cuma Derawan, Hutan Perawan di Berau Kini Jadi Incaran Wisatawan Mancanegara
Kehadiran stalaktit berwarna putih kecokelatan di langit-langit gua menjadi saksi bisu proses pembentukan alami akibat terlarutnya batu gamping oleh air hujan berasam lemah sejak zaman purba.
Suhu udara sejuk dan ketenangan interior gua menjadi magnet utama bagi para pengunjung.
Aktivitas favorit wisatawan di lokasi ini meliputi melompat dari bibir batu kapur menuju kolam alami serta snorkeling ringan untuk menikmati kejernihan air.
Demi meningkatkan keselamatan pengunjung dari struktur batu karst yang licin, pihak pengelola kini telah membangun fasilitas tangga permanen menuju area kolam.
Keindahan Goa Halo Tabung yang resmi dibuka sebagai objek wisata sejak akhir 2016 ini mencatatkan peningkatan kunjungan yang signifikan, khususnya pada akhir pekan yang dapat mencapai 100 orang per hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber