Kamis, 21 MEI 2026 • 11:34 WIB

Tradisi "Sobat" Nelayan Berau Kini Jadi Atraksi Wisata Budaya

Author

Bupati Berau Gamalis (kaos putih lengan panjang) saat ikut menarik pukat milik petani di Pulau Derawan, Berau, Kaltim. (Dok. Humas Prokopim Berau)

KALTIM - Kelompok nelayan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, hingga saat ini masih terus memelihara t tradisi menangkap ikan menggunakan pukat yang disebut “Sobat”.

Kegiatan menangkap ikan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga dari nelayan, tetapi juga sukses bertransformasi sebagai atraksi wisata budaya yang memikat.

"Aktivitas memukat ikan yang masih dilakukan secara tradisional ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi potensi wisata budaya dan wisata bahari yang menarik bagi wisatawan," ujar Wakil Bupati Berau, Gamalis di Tanjung Redeb, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Gua Liang Bangkai, Jejak Peradaban Purba di Kalimantan Timur

Bagi wisatawan, pengalaman melihat langsung proses memukat ikan di tengah keindahan laut dan pasir putih Pulau Derawan menawarkan daya tarik unik yang jarang ditemui di daerah lain.

Musiman dan Selaras dengan Alam

Tradisi ini bersifat musiman dan tidak bisa dilakukan sepanjang tahun. Warga setempat biasanya memukat mulai Maret sampai Oktober setiap tahun, menyesuaikan kondisi iklim saat ikan tuna banyak mendekat ke kawasan Pulau Derawan.

Gamalis menilai sektor pariwisata dan perikanan di Berau dapat berjalan beriringan. Perpaduan kehidupan nelayan, budaya Suku Bajau, dan aktivitas melaut diyakini mampu memperkuat citra wisata Derawan yang selama ini populer dengan keindahan bawah lautnya.

Baca juga: Puluhan Pelajar Samarinda Ikuti Pelatihan Seni Berpantun

Kunjungan Wisatawan Melonjak 32,5 Persen

Berkat keunikan budaya dan pesona alamnya, arus kunjungan ke pulau ini terus meningkat tajam:

  • Tahun 2024: 34.160 wisatawan.
  • Tahun 2025: 45.274 wisatawan (naik 32,5%).
  • Komposisi Wisatawan (2025): 41.890 wisatawan nusantara dan 3.384 wisatawan mancanegara (Malaysia, Singapura, hingga Eropa).

Pekan lalu, saat ikut memukat ikan tuna di kawasan Gusung Sanggalau, Pulau Derawan, Gamalis juga menitipkan pesan penting kepada masyarakat untuk selalu menjaga ekosistem laut saat menangkap ikan.

Tujuannya agar hasil tangkapan nelayan serta potensi wisata bahari Berau tetap berkelanjutan demi generasi masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU