Senin, 06 JULI 2026 • 04:53 WIB

Sarung Samarinda Sukses Menembus Pasar Fashion Global

Author

Kegiatan Ladies Program yang menjadi rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Gedung Warenhuis, Kota Medan. (Foto: Medan.go.id)
KALTIM -
Kiprah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Samarinda dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif sukses mencuri perhatian di panggung nasional.

Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Samarinda, Hj Rinda Wahyuni Andi Harun, dipercaya menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Ladies Program yang menjadi rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Gedung Warenhuis, Kota Medan, Rabu (1/7/2026).

Dalam forum bertema “Perempuan Tangguh Penuh Percaya Diri” tersebut, Rinda memaparkan keberhasilan Sarung Samarinda dalam menembus pasar fesyen global.

Baca juga: Panduan Lengkap Perpanjang SIM Keliling di Samarinda

Di bawah kepemimpinannya selama dua periode sejak 2021 hingga saat ini, sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal di tepian Sungai Mahakam terus diberdayakan secara konsisten hingga mampu mencetak prestasi di kancah internasional.

“Budaya adalah kekuatan dan kreativitas adalah jalan menuju kesejahteraan. Karena itu kami terus mendorong kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan agar warisan budaya yang dimiliki Samarinda tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rinda Wahyuni Andi Harun di hadapan para Ketua TP PKK se-Indonesia, Rabu (1/7/2026).

Sukses Melaju ke Panggung Internasional

Upaya pembinaan yang dilakukan Dekranasda Samarinda terbukti membuahkan hasil nyata. Karya-karya terbaik dari Kota Tepian kini telah sukses mengguncang panggung internasional melalui ajang fesyen bergengsi bertema The Allure of Wastra Indonesia di Los Angeles, Amerika Serikat, dan Milan, Italia.

Keberhasilan Sarung Samarinda bersaing di pusat mode dunia ini menjadi bukti konkret bahwa kualitas produk kriya dan fesyen lokal memiliki daya saing tinggi global.

Baca juga: Ketua Komisi I DPRD Samarinda Soroti Maraknya Oknum Mengaku Jurnalis Tak Beretika

Sebagai wastra unggulan yang menjadi sorotan utama dalam paparan Rinda, kain tenun tradisional yang sarat nilai filosofis ini terus dikembangkan melalui berbagai inovasi motif baru agar relevan dengan selera pasar internasional.

Beberapa motif modern yang terinspirasi dari kekayaan alam Kalimantan Timur kini mulai populer, seperti motif Pakis yang melambangkan ketangguhan hidup, serta motif Mahakarya Tetua sebagai bentuk penghormatan atas kearifan lokal leluhur.

Komitmen Industri Hijau dan Perluasan Pasar UMKM

Selain kaya akan motif baru, inovasi pada Sarung Samarinda juga menyentuh aspek keberlanjutan lingkungan melalui penggunaan pewarna alam yang ramah lingkungan.

Langkah ini diambil sebagai komitmen Dekranasda untuk mendukung terciptanya industri tenun hijau yang ramah terhadap alam.

Baca juga: Tagih Utang Rp500 Ribu Berujung Sabetan Parang, Polisi Ringkus Pria di Samarinda Ulu

Transformasi produk juga terus dilakukan, di mana Sarung Samarinda kini tidak lagi sekadar menjadi busana tradisional, melainkan telah dimodifikasi menjadi pakaian formal, outer, tas, hingga berbagai aksesori modern dengan nilai ekonomis tinggi.

Guna memperkuat ekosistem produk lokal di daerah sendiri, Dekranasda Samarinda secara berkala menginisiasi berbagai kegiatan kreatif.

Mulai dari pelatihan batik bagi generasi muda, lomba fesyen batik yang melibatkan ASN dan pihak kelurahan, hingga ajang besar lomba fesyen Sarung Samarinda yang rutin digelar di Bigmall Samarinda.

Melalui forum Rakernas APEKSI 2026 ini, Rinda berharap rekam jejak suksesnya Sarung Samarinda di dunia internasional dapat menginspirasi kota-kota lain di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Samarinda

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU