Gratispol Pendidikan
KALTIM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berkomitmen penuh untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Gratispol Pendidikan.
Sebagai salah satu program prioritas daerah, langkah intervensi ini digenjot demi memperluas aksesibilitas perguruan tinggi sekaligus mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah, memberikan peringatan penting bagi para mahasiswa aktif yang hingga kini belum merampungkan proses administrasi pendaftaran mereka agar segera bergerak sebelum tenggat waktu ditutup.
"Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami mengingatkan mahasiswa yang belum menyelesaikan proses pendaftaran agar segera melengkapi persyaratan sebelum batas waktu yang telah ditetapkan pada 30 Juni 2026,” ujar Dasmiah saat menjadi narasumber dalam dialog Publika TVRI Kaltim baru-baru ini.
Baca juga: Kuota Beasiswa Gratispol Masih Tersisa untuk 90 Ribu Mahasiswa, Gubernur: Segera Daftar!
Menurut Dasmiah, berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan program umumnya berkaitan dengan pemahaman mahasiswa terhadap sistem pendaftaran maupun komponen pembiayaan pendidikan yang ditanggung.
Oleh karena itu, Pemprov Kaltim gencar melakukan sosialisasi aturan ke kampus-kampus agar seluruh mekanisme program dapat dipahami dengan baik oleh para penerima manfaat.
"Kami sudah melakukan sosialisasi ke kampus-kampus dan kepada mahasiswa. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, sehingga mereka perlu memahami mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” jelas Dasmiah.
Melalui sosialisasi aturan yang jelas, pemerintah daerah melakukan pendampingan intensif agar mahasiswa tidak salah dalam menginput berkas dan proses pengajuan bantuan dapat berjalan lancar.
Baca juga: Gubernur Kaltim Minta 52 PTN dan PTS Segera Refund UKT Mahasiswa Penerima Gratispol
Seluruh bantuan pendidikan yang disalurkan melalui Program Gratispol didasarkan pada data yang diajukan mahasiswa dan diverifikasi secara ketat oleh pihak perguruan tinggi.
Ketepatan data ini menjadi sangat penting agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
Dengan sistem pengawasan tersebut, cakupan penerima program ini tercatat mengalami lonjakan yang sangat masif dalam dua tahun terakhir:
Ke depan, Pemprov Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan tata kelola program melalui penguatan koordinasi dengan perguruan tinggi serta penyempurnaan sistem pendataan agar program investasi SDM ini dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh generasi muda daerah yang berhak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Kaltim