Mahasiswa Unmul. (Foto: Ahmad Rifandi/ANTARA)
KALTIM - Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam meningkatkan aksesibilitas pendidikan tinggi terus dipacu.
Pemprov Kaltim tercatat telah merampungkan penyaluran tiga tahap bantuan biaya kuliah melalui Program Gratispol dengan total alokasi anggaran yang fantastis, yakni mencapai Rp288,5 miliar.
Terkait teknis pelaksanaan di lapangan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam waktu dekat akan segera mengirimkan surat resmi kepada 52 pimpinan perguruan tinggi penerima program.
Surat tersebut mendesak pihak kampus agar segera memproses pengembalian dana (refund) Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang sebelumnya sudah terlanjur melakukan pembayaran secara mandiri.
Kebijakan penertiban ini merujuk langsung pada rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Sesuai saran BPK, Pak Gubernur diminta mengirimkan surat kepada seluruh PTN dan PTS agar segera melakukan refund atau pengembalian UKT kepada mahasiswa yang telah membayar,” kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kaltim, Dasmiah, di Samarinda.
Baca juga: Gelar Program Afirmasi Gratispol, Pemprov Kaltim Kuliahkan Dokter Spesialis ke UI hingga UGM
Gubernur Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa program intervensi pendidikan ini didesain untuk meringankan beban finansial keluarga penuntut ilmu di Bumi Etam.
“Bantuan ini telah menjangkau 63.603 mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS) di Kaltim,” terang Gubernur Rudy.
Total anggaran ratusan miliar tersebut secara berkala telah didistribusikan secara proporsional kepada 7 PTN dan 45 PTS di seluruh wilayah Kalimantan Timur sejak bergulirnya tahap I hingga tahap III.
Selain bantuan reguler, cakupan alokasi dana Gratispol ini juga menyasar program kerja sama strategis, program beasiswa khusus dokter spesialis, hingga bantuan finansial untuk tenaga kependidikan.
Berdasarkan data rekapitulasi, terdapat beberapa perguruan tinggi yang menerima alokasi UKT tahap III terbesar, antara lain:
Sementara itu, Politeknik Sendawar yang berlokasi di Kabupaten Kutai Barat tercatat sebagai institusi penerima dengan jumlah alokasi terkecil, yakni senilai Rp201 juta yang diperuntukkan bagi 57 mahasiswa.
Baca juga: Kuota Kaltim Masih Luas: Targetkan 124 Ribu Mahasiswa, Pendaftaran Gratispol Ditutup 30 Juni
Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa di tengah dinamika dan efisiensi anggaran daerah yang sedang berjalan, Program Gratispol tetap dikunci sebagai prioritas utama eksekutif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur