Senin, 14 JULI 2025 • 09:39 WIB

Desa Wisata Tanjung Batu Masuk 5 Besar Lomba Desa Wisata Kaltim 2025

Author

Pesta adat penurunan perahu warga Tanjung Batu yang rutin digelar setiap tahun.

KALIMANTAN TIMUR - Desa Wisata Tanjung Batu yang berada di Kecamatan Pulau Derawan mencatatkan prestasi membanggakan dengan berhasil menembus lima besar Lomba Desa Wisata Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2025. Pencapaian ini menjadi harapan baru bagi kemajuan sektor pariwisata lokal, sekaligus mendorong pengenalan lebih luas terhadap pesona dan potensi desa tersebut di kancah regional maupun nasional.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, mengungkapkan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kolaborasi yang solid antara pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta masyarakat Tanjung Batu yang aktif menjaga dan mengembangkan potensi desanya.

“Alhamdulillah, Tanjung Batu sebelumnya menjadi juara satu di tingkat kabupaten, dan kemudian kita ajukan ke provinsi. Sekarang sudah masuk lima besar di tingkat Kaltim,” ujarnya.

Berbeda dengan ajang nasional seperti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), lomba ini merupakan program tahunan dari Pemprov Kaltim. Bila sebelumnya dikenal sebagai Lomba Pokdarwis, kini penilaian diperluas menjadi Lomba Desa Wisata, dengan fokus pada sinergi seluruh elemen masyarakat desa.

“Penilaian bukan lagi hanya pada Pokdarwis, tapi mencakup kolaborasi dengan BUMK, organisasi masyarakat, hingga pengelolaan potensi desa secara bersama,” jelas Samsiah.

Lomba ini diikuti oleh perwakilan dari sepuluh kabupaten/kota se-Kaltim. Pada tahap awal, peserta menyampaikan presentasi secara daring, dari mana ditetapkan lima besar yang kemudian akan dikunjungi langsung oleh tim juri dalam tahap visitasi. Agenda penilaian lapangan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28 Juli 2025.

“Kita akan dampingi saat visitasi, dan pembinaan terus dilakukan sebelum itu. Kami optimistis, karena Tanjung Batu secara amenitas sudah sangat memadai,” tambahnya.

Pada tahap visitasi, juri akan melakukan verifikasi langsung terkait materi presentasi dengan kondisi di lapangan. Aspek yang dinilai mencakup ketersediaan homestay, atraksi wisata, keberlanjutan usaha, serta performa Pokdarwis dalam menyampaikan program kerjanya.

Tanjung Batu sendiri masuk dalam klasifikasi desa maju, salah satu kategori yang digunakan dalam lomba ini, yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan desa peserta.

Destinasi Potensial di Kawasan Strategis Nasional

Desa Tanjung Batu memiliki daya tarik yang kuat dari sisi alam dan budaya. Kawasan ini dikelilingi hutan mangrove, pantai berpasir putih, hingga perairan laut yang masih alami. Selain itu, desa ini juga merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dan telah dilengkapi dengan dermaga wisata sebagai penunjang mobilitas wisatawan.

Produk lokal yang menjadi kebanggaan desa ini antara lain Batik Sidayang, warisan budaya masyarakat Suku Bajau yang kini menjadi andalan UMKM setempat. Terdapat pula produk kopi khas, kaos, dan berbagai souvenir lainnya.

“Pokdarwis sekarang sudah punya kas sendiri. Kalau dulu hanya dari pengelolaan kawasan mangrove, sekarang sudah berkembang ke sektor lain,” ungkap Samsiah.

Dari sisi budaya, dua tradisi khas yakni Mag’ Lami-Lami dan Mag’ Jamu tetap dilestarikan dan rutin digelar setahun sekali. Tradisi ini menjadi daya tarik tambahan dalam paket wisata budaya yang ditawarkan ke pengunjung.

Tanjung Batu juga telah memiliki fasilitas pendukung pariwisata yang cukup lengkap. Mulai dari masjid, toilet umum, wisata kuliner, landmark desa, hingga Tourism Information Center (TIC).

“Dengan kesiapan infrastruktur, kekuatan budaya, dan keterlibatan aktif masyarakat, kami berharap Tanjung Batu bisa meraih hasil terbaik di tahap akhir nanti,” tutupnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Edi Akbar

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU