Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 11:51 WIB

23 Lansia di Bontang Diwisuda Lengkap dengan Toga, Buktikan Usia Bukan Halangan untuk Belajar

Author

23 Lansia di Bontang Diwisuda. (Foto: PPID Kota Bontang/Ahmad Hendra)
KALTIM -
Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Kota Bontang saat sebanyak 23 orang lanjut usia (lansia) mengikuti prosesi wisuda Sekolah Lansia Werda Lestari Standar Dua (S2).

Mengenakan toga lengkap layaknya mahasiswa, para wisudawan ini membuktikan bahwa semangat belajar tak pernah padam oleh usia.

Acara wisuda inspiratif ini digelar pada Rabu (01/10/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Lansia Internasional.

Kehadiran para wisudawan menandai tonggak penting dalam upaya Kota Bontang mewujudkan diri sebagai kota yang ramah lansia.

Baca juga: Semarak HUT ke-31 SMAN 2 Bontang, Gelar Pertandingan Antar Sekolah hingga Karnaval Budaya

Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati, yang mewakili Wali Kota, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para lulusan.

"Keberhasilan para wisudawan hari ini menjadi bukti nyata bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar dan berkembang. Lansia bukan beban, melainkan aset berharga bagi bangsa,” ujar Aji Erlynawati.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bontang berkomitmen menjadikan kota ini lebih inklusif dan ramah lansia.

Sekolah Lansia Werda Lestari S2 merupakan program yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang.

Baca juga: Breaking News! Kebakaran Melanda Salah Satu Rusun Pekerja di IKN

Program ini dirancang dengan tujuan mencetak lansia yang Smart, Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.

Kepala DP3AKB Bontang, Edy Forestwanto, menjelaskan bahwa para peserta telah menjalani pembelajaran intensif selama tujuh bulan.

Materi yang diajarkan sangat komprehensif, mencakup aspek spiritual, intelektual, sosial, hingga keterampilan vokasional.

"Dengan tingkat kelulusan 100%, kami bangga menyampaikan bahwa seluruh peserta menunjukkan peningkatan nyata dalam wawasan, kemandirian, serta partisipasi aktif di masyarakat,” jelas Edy.

Bahkan, ia menyoroti semangat luar biasa dari para peserta, di mana 16 orang di antaranya yang memiliki riwayat penyakit kronis tetap semangat mengikuti program hingga akhir.

Dalam sesi aspirasi yang menggugah emosi, para wisudawan menyampaikan harapan besar mereka agar program ini tidak berhenti.

Mereka berharap adanya kelanjutan ke jenjang Sekolah Lansia Standar Tiga (S3), bahkan melontarkan mimpi untuk meraih gelar "Profesor Lansia."

Menanggapi hal tersebut, Pemkot Bontang menyatakan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi lansia.

Pemerintah berharap program serupa dapat dihadirkan di setiap kecamatan, guna menginspirasi lebih banyak lansia untuk terus belajar dan berkarya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Bontang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU