Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 21:57 WIB

Diskominfo Kaltim Distribusikan Internet Gratis ke 29 Desa Pelosok Kukar, Orbit Telkomsel Jadi Solusi Sementara

Author

Diskominfo Kaltim Distribusikan Internet Gratis ke 29 Desa Pelosok Kukar. (Foto: Media Mitra Diskominfo Kaltim)
KALTIM -
Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam mewujudkan pemerataan akses informasi digital semakin mendekati kenyataan.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, sebanyak 29 desa terpencil di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini resmi menikmati fasilitas internet gratis.

Program strategis bertajuk "Internet Desa" ini direalisasikan dengan menyalurkan perangkat internet nirkabel berbasis teknologi Orbit Telkomsel.

Inisiatif ini dipandang sebagai langkah taktis dan adaptif untuk menjangkau wilayah-wilayah yang secara geografis sulit dijangkau oleh infrastruktur kabel optik konvensional.

Baca juga: Bukan Main! Bontang Bebaskan Biaya Kuliah Ribuan Mahasiswa, Siapkan Generasi Emas Lewat Program UKT Gratis

Plt. Kepala Bidang TIK dan Persandian Diskominfo Kaltim, Bambang Kukilo Argo Suryo, menjelaskan bahwa program ini adalah manifestasi langsung dari visi Gubernur Kaltim untuk memastikan manfaat internet dapat dirasakan oleh seluruh warga, termasuk di daerah terpencil.

“Kami ingin masyarakat di pelosok juga bisa menikmati internet gratis. Penggunaan teknologi seperti Orbit ini menjadi solusi sementara sebelum jaringan fiber optic (FO) sepenuhnya mampu menjangkau semua wilayah,” ujar Bambang, saat kegiatan penyaluran perangkat berlangsung pada Kamis (23/10/2025).

Kukar dipilih menjadi salah satu kabupaten dengan alokasi bantuan perangkat terbanyak.

Bambang mengakui, kondisi geografis Kaltim yang sangat luas menimbulkan tantangan besar dalam membangun infrastruktur.

Baca juga: Wujudkan Pemerataan Akses Pendidikan, Pemkot Balikpapan Bagikan 92.611 Seragam Gratis

Oleh karena itu, Diskominfo mengadopsi kombinasi berbagai teknologi, mulai dari FO, Orbit, hingga kemungkinan Starlink, yang disesuaikan dengan kondisi medan.

“Tidak semua desa bisa dijangkau dengan kabel optik. Kami harus adaptif dengan teknologi yang ada agar seluruh masyarakat tetap bisa terkoneksi,” tegasnya.

Selain tantangan geografis, ketersediaan sumber listrik yang stabil di beberapa desa yang masih mengandalkan listrik mandiri turut menjadi perhatian utama.

Bambang berharap, justru kehadiran internet akan menjadi pemicu percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di desa-desa tersebut.

Di tingkat kabupaten, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) Diskominfo Kukar, Ery Hariyono, berperan sebagai fasilitator utama.

Ery memastikan bahwa pembagian perangkat ini tidak hanya berupa barang, tetapi juga dilengkapi dengan pendampingan teknis dan pelatihan bagi para pengelola desa.

“Kami mendampingi dan memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari distribusi hingga pelatihan teknis. Tujuannya agar perangkat ini bisa dioperasikan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat desa,” kata Ery.

Ery Hariyono berharap, akses internet yang merata ini akan memicu pertumbuhan layanan publik, sektor pendidikan, dan ekonomi masyarakat

“Internet saat ini telah bertransformasi menjadi penopang utama. Kami berharap program ini menjadi pemicu bagi desa-desa lain untuk berani berkembang secara digital,” tutupnya.

Diskominfo Kaltim menyatakan akan terus melakukan evaluasi agar desa-desa penerima bantuan ini dapat "naik kelas" ke jaringan yang lebih stabil seperti fiber optic di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Media Mitra Diskominfo Kaltim

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU