Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 13:46 WIB

APINDO Bontang Peringatkan Risiko Stagnasi Ekonomi: Jangan Sampai Investasi Gagal Terulang, Lapangan Kerja Wajib Diperluas

Author

Ketua APINDO Bontang, Ahmad Bajuri, S.H. (Foto: Muhammad Hasyim Muzakki/INDOZONE)
KALTIM -
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Bontang kembali menyuarakan desakan agar pemerintah daerah fokus pada pembukaan lapangan kerja yang lebih luas.

Peringatan ini disampaikan menyusul masih tingginya angka pengangguran yang memerlukan penanganan segera di kota industri tersebut.

Ketua APINDO Bontang, Ahmad Bajuri, S.H., menekankan bahwa ketersediaan lapangan kerja merupakan kebutuhan mendasar bagi keberlangsungan generasi muda.

Ia menilai, tanpa adanya pertumbuhan signifikan di sektor tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat akan sulit tercapai.

"Kita bicara jangka panjangnya Bontang. Masih banyak pengangguran yang belum tertangani,” ujar Bajuri melalui pesan tertulis pada Jumat (31/10/2025).

Baca juga: Sidak Proyek, Wakil Wali Kota Balikpapan Desak Kontraktor Tambah Tenaga Kerja: Kualitas dan Serapan Anggaran Jadi Sorotan

Bajuri juga menyoroti banyaknya proyek investasi yang gagal di Bontang pada masa lalu.

Kegagalan tersebut, menurutnya, berdampak langsung pada terbatasnya kesempatan kerja yang seharusnya bisa dinikmati oleh warga lokal.

“Pengalaman yang lalu, banyak investasi gagal di Bontang. Akibatnya, penyerapan tenaga kerja tidak maksimal,” tegasnya.

Ia menjadikan pengalaman pahit ini sebagai pelajaran berharga.

Pemerintah dan pihak terkait diminta untuk lebih selektif, berhati-hati, dan serius dalam menarik serta mengawal investor yang masuk ke Bontang, demi memastikan komitmen penyerapan tenaga kerja lokal benar-benar terwujud.

Baca juga: Investor Global Serbu Mahakam Investment Forum 2025: Bontang Curi Perhatian dengan Proyek Soda Ash, Filipina dan Pakistan Tunjukkan Minat Serius

Di tengah situasi tersebut, APINDO menyambut baik hadirnya Pabrik Soda Ash yang saat ini sedang dibangun oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

Proyek strategis ini dinilai sebagai salah satu harapan baru untuk membuka keran lapangan kerja yang lebih besar.

Proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2027.

Pabrik tersebut direncanakan memproduksi 300 ribu ton soda ash dan 300 ribu ton amonium klorida per tahun.

“Soda Ash ini bisa jadi solusi. Kalau sudah beroperasi, bisa menyerap tenaga kerja cukup besar,” kata Bajuri.

Bajuri menambahkan, upaya perluasan lapangan kerja memiliki efek berantai yang positif.

Hal ini bukan hanya sekadar menekan angka pengangguran, tetapi juga merupakan bagian krusial dari upaya jangka panjang untuk mengurangi angka kemiskinan di daerah.

“Kalau lapangan pekerjaan terbuka luas, otomatis pengangguran menurun. Dampaknya juga terasa pada menurunnya angka kemiskinan,” tutup Bajuri, berharap semua pihak dapat mendukung iklim investasi yang sehat dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Bontang.

Reporter : Muhammad Hasyim Muzakki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU