Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 21:31 WIB

Komitmen Andi Harun Jadi Dosen, Jembatani Teori Hukum dan Praktik Pemerintahan

Author

Andi Harun secara rutin meluangkan waktu untuk mengajar mata kuliah Hukum Tata Negara. (Foto: PPID Kota Samarinda)
KALTIM -
Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Di tengah padatnya agenda pemerintahan yang harus ia pimpin, Wali Kota tetap melaksanakan komitmennya sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Terbuka Samarinda (UTS), menjembatani antara teori hukum normatif dengan realita praktik penyelenggaraan negara.

Setiap akhir pekan, termasuk pada Sabtu (1/11/2025) siang, Andi Harun secara rutin meluangkan waktu untuk mengajar mata kuliah Hukum Tata Negara.

Kegiatan perkuliahan pekan ini berlangsung di Ruang Assessment Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda.

Baca juga: Ternyata Ini Jalan Pintas Lulusan Samarinda Langsung Kerja di Perusahaan Top, Cek Sekarang!

Dalam pertemuan kelima ini, materi yang dibahas berfokus pada keterkaitan antara konstitusi dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Andi Harun menjelaskan bahwa kegiatan mengajar ini merupakan wujud nyata komitmennya dalam meningkatkan kualitas SDM di bidang hukum dan pemerintahan.

"Ilmu hukum tidak cukup dipahami secara normatif. Ia harus diimplementasikan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat,” ujar Andi Harun.

Di setiap sesi, ia selalu berupaya mengaitkan teori-teori fundamental dalam hukum tata negara dengan tantangan dan praktik penyelenggaraan pemerintahan yang dihadapinya sehari-hari sebagai kepala daerah.

Baca juga: Tol Balikpapan–Samarinda Diprioritaskan Tembus Bontang, Gunakan Skema KPBU

Pendekatan ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya sekadar menghafal teori, tetapi benar-benar memahami substansi hukum secara menyeluruh.

Untuk memicu diskusi dan memperdalam pemahaman, Wali Kota menggunakan metode pembelajaran yang unik.

Mahasiswa tampak antusias ketika Andi Harun menyampaikan kisah fiksi berjudul Konstitusi Sunyi sebagai ilustrasi.

Melalui cerita tersebut, ia mengajak mahasiswa menelusuri di mana letak jaminan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kehidupan berbangsa.

Sebagai tugas, mahasiswa diberikan waktu 10 menit per kelompok untuk menyimpulkan letak jaminan HAM dalam kisah fiksi itu.

Suasana perkuliahan berlangsung santai namun sarat makna.

Andi Harun memastikan para calon sarjana hukum ini dapat menumbuhkan semangat dan idealisme agar kelak menjadi profesional yang berintegritas, cerdas, dan berwawasan kebangsaan yang dibutuhkan oleh negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Samarinda

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU