Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 15:18 WIB

Solusi Lapangan Kerja Lokal, Wali Kota Neni Buka Pintu Dunia Kerja Internasional dengan Perlindungan Penuh Negara

Author

Penandatanganan Nota Kesepakatan (Memorandum of Agreement/MoA) antara Pemkot Bontang dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Jakarta. (Foto: Siti/Disnaker Kota Bontang)
KALTIM -
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengambil tindakan berani dan strategis untuk merespons ketatnya persaingan tenaga kerja domestik.

Melalui inisiatif Wali Kota Neni Moerniaeni, Pemkot resmi membuka peluang kerja di pasar global, memastikan bahwa warga Bontang yang berkontribusi sebagai “Pahlawan Devisa” akan mendapatkan perlindungan negara secara utuh, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.

Komitmen perlindungan ini ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan (Memorandum of Agreement/MoA) antara Pemkot Bontang dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Jakarta, Selasa (02/12/2025).

Wali Kota Neni Moerniaeni, yang hadir langsung menandatangani kesepakatan bersama Menteri Mukhtarudin, menjelaskan bahwa langkah ini didorong oleh realitas lapangan kerja.

Baca juga: DLH Bontang Siapkan Rp420 Juta untuk Aksi Iklim, Wali Kota Neni: "Alam Tidak Membutuhkan Manusia"

“Masyarakat tidak boleh hanya bergantung pada lapangan kerja di dalam negeri. Peluang kerja saat ini tidak hanya terbatas di sini. Dengan jumlah penduduk usia kerja di Bontang sebanyak 143.729 orang, kita memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pasar tenaga kerja global,” ujar Wali Kota Neni, menegaskan bahwa membuka akses ke luar negeri adalah solusi cerdas atas kebuntuan lokal.

Wali Kota yang berlatar belakang dokter ini menyadari bahwa bekerja di luar negeri mengandung risiko.

Oleh karena itu, persiapan dan informasi akurat sangat dibutuhkan.

Kerja sama dengan KP2MI ini menjamin bahwa seluruh proses migrasi aman warga Bontang akan diampu oleh negara.

Baca juga: Neni Moerniaeni Titipkan Misi Penting kepada Sarjana STIT-SYAMS, Neni: Kalian Aset Berharga Bontang

Nota Kesepakatan mencakup kerja sama yang komprehensif, mulai dari Penyebarluasan informasi migrasi yang akurat, Peningkatan kompetensi dan keterampilan, Layanan penempatan yang legal dan terpadu, dan Pemberdayaan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) setelah kembali ke kampung halaman.

“Kerja sama ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya hingga ke pelosok daerah. Kami ingin memastikan kehidupan dan kesejahteraan yang layak bagi pekerja migran bersama keluarga mereka,” tegas Neni.

Melalui sinergi ini, Dinas Ketenagakerjaan dan OPD terkait di Bontang akan mengoptimalkan layanan terpadu yang ramah bagi calon PMI.

Acara penandatanganan di Gedung KP2MI, yang turut disaksikan Wakil Menteri Christina Aryani dan jajaran petinggi kementerian, menjadi penanda keseriusan pusat dalam kolaborasi ini.

Pemkot Bontang berharap kesepakatan ini menjadi landasan kuat bagi warganya untuk meraih kesuksesan di mancanegara dengan rasa aman.

“Jika ingin berjalan jauh maka berjalanlah bersama-sama. Mari kita bekerja bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi para pahlawan devisa kita,” pungkas Wali Kota, mengajak seluruh elemen kota bersinergi untuk masa depan tenaga kerja Bontang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Bontang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU