Selasa, 19 MEI 2026 • 09:26 WIB

Puluhan Pelajar Samarinda Ikuti Pelatihan Seni Berpantun

Author

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. (Kaltimprov.go.id)

KALTIM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur melalui UPTD Taman Budaya resmi membuka pelatihan sastra bertajuk “Seni Berpantun” pada Senin (18/5/2026) di Gedung Bahimung, UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda.

Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan kreativitas generasi muda, khususnya di bidang sastra dan seni pantun. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Mei 2026.

Dalam laporan panitia yang disampaikan Sulistio Rini, seluruh kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pelatihan diikuti oleh 60 peserta dari 10 SMA/SMK di Kota Samarinda. Setiap sekolah mengirimkan lima siswa dan satu pendamping untuk mengikuti kegiatan ini.

Baca juga: Nikmatnya Sayur Gangan Asam Kutai, Hidangan Berkuah Favorit Masyarakat Kalimantan Timur

Acara dibuka langsung oleh Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur, Erna Rawati. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa budaya dan sastra harus tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Budaya jangan hanya jadi warisan masa lalu, tapi juga harus menjadi kekuatan yang dekat dengan masyarakat saat ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di era digital. Menurutnya, pantun bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan positif sekaligus mempererat persatuan.

“Lewat pantun, kita bisa menyampaikan hal-hal positif,” lanjutnya.

Baca juga: 128 CPNS Kutai Timur Tuntaskan Latsar, Seluruh Peserta Lulus 100 Persen

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pantun mengajarkan kesantunan dalam berkomunikasi dan dapat menjadi pembelajaran moral bagi generasi muda.

Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki banyak potensi budaya, tradisi lisan, dan cerita rakyat yang bisa dikembangkan menjadi karya sastra berkualitas. Karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan penulis muda dan pegiat literasi yang mampu mengenalkan budaya daerah lebih luas.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Taman Budaya sebagai pusat kreativitas dan pengembangan literasi budaya di Kalimantan Timur.

Melalui kerja sama antara pemerintah, pegiat seni, dan masyarakat, pelatihan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap sastra dan budaya lokal.

Dengan adanya pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan, serta menghasilkan karya sastra yang kreatif, inovatif, dan tetap berakar pada budaya daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kaltimprov.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU