Kamis, 28 MEI 2026 • 03:23 WIB

Kuliner Kelelawar Besar Khas Dayak Kaltim

Author

Kuliner tradisional ini secara khusus menggunakan daging kelelawar besar dari jenis kalong. (Foto: Goddard_Photography/istockphoto.com)
KALTIM -
Masyarakat Suku Dayak di pedalaman Kalimantan dikenal memiliki kekayaan kuliner tradisional yang unik dan ekstrem.

Selain memanfaatkan ulat sagu, tembiluk (ulat kayu), dan ular rica, salah satu lauk ikonik yang bersumber dari satwa tidak biasa adalah hidangan berbahan dasar daging kelelawar besar.

Bagi sebagian besar orang, kelelawar bukanlah lauk yang lazim untuk dikonsumsi.

Namun, bagi masyarakat Dayak, satwa malam ini diolah menjadi hidangan eksotis yang dikenal dengan nama Bangamat, atau disebut Paing dalam rumpun bahasa Dayak Maanyan.

Baca juga: Menguak Arsitektur Raksasa Rumah Lamin Khas Suku Dayak

Selektif Memilih Kalong Pemakan Buah

Hidangan Paing tidak dibuat dari sembarang jenis kelelawar.

Kuliner tradisional ini secara khusus menggunakan daging kelelawar besar dari jenis kalong (Pteropus vampyrus).

Pilihan ini didasarkan pada karakteristik pakannya yang murni bersumber dari alam liar.

Masyarakat Dayak secara ketat menghindari kelelawar pemakan serangga atau penghisap darah karena dianggap kurang layak konsumsi.

Sebaliknya, kalong pemakan buah dipilih karena dinilai jauh lebih bersih, aman, dan memiliki cita rasa daging gurih yang dapat diterima oleh lidah lokal.

Secara historis, awal mula konsumsi Paing ini kerap dimanfaatkan sebagai bagian dari pengobatan tradisional.

Masyarakat meyakini khasiat daging kelelawar untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti asma, gatal-gatal, hingga penyakit kulit, meskipun klaim tersebut belum terbukti secara ilmiah.

Baca juga: Mengupas Filosofi Mandau dan Sumpit Khas Dayak Kaltim

Skema Pengolahan Tradisional Paing

Paing bukan merupakan menu harian, melainkan hidangan khusus yang biasanya disajikan dalam acara adat atau momen sakral tertentu.

Sebelum masuk ke dalam kuali, kelelawar harus melalui proses pembersihan yang ketat dengan membuang kuku, bulu, punggung, dan seluruh isi perutnya.

Berikut adalah gambaran resep dan cara memasak Paing khas Dayak Maanyan yang dipadukan dengan sayuran lokal:

  • Bahan Utama & Sayuran: 1 ekor daging kelelawar (dipotong-potong), singkong secukupnya, daun katuk, serta irisan tipis batang pisang muda yang telah dicuci bersih menggunakan garam.
  • Bumbu Halus: 2 siung bawang putih, garam, dan merica secukupnya.

Tahapan Memasak:

  1. Rebus potongan daging kelelawar selama kurang lebih 1 jam hingga teksturnya empuk.
  2. Masukkan potongan singkong ke dalam rebusan, lalu masak hingga melunak.
  3. Tambahkan irisan batang pisang muda, kemudian tunggu hingga kuah mendidih.
  4. Masukkan bumbu halus ke dalam masakan dan aduk rata.
  5. Terakhir, masukkan daun katuk, tutup panci rapat-rapat, lalu matikan api agar sayuran matang sempurna oleh uap panas.

Baca juga: Inilah Mitos Panglima Burung dan Alasan Suku Dayak Kenyah Mengkeramatkan Enggang

Edukasi Ekosistem dan Risiko Zoonosis

Hingga saat ini, tradisi mengonsumsi Paing masih tetap terjaga di kalangan masyarakat Dayak pada momen-momen tertentu.

Hidangan ekstrem ini juga sangat sulit ditemukan di warung makan umum di Kalimantan Timur maupun wilayah Kalimantan lainnya karena sifatnya yang tidak untuk diperjualbelikan secara bebas.

Kendati menjadi bagian dari warisan budaya, konsumsi satwa liar seperti kelelawar di era modern saat ini memerlukan perhatian khusus terkait keseimbangan ekosistem.

Para pencinta kuliner ekstrem diimbau untuk tetap bijak dan berhati-hati terhadap potensi risiko penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonosis).

Interaksi langsung dan konsumsi satwa liar di luar rantai pangan konvensional menuntut higienitas yang sangat tinggi guna mengantisipasi ancaman virus atau bakteri berbahaya yang dapat memicu masalah kesehatan global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU