Senin, 06 JULI 2026 • 04:47 WIB

Pelabuhan Loktuan Digenjot Jadi Pusat Logistik Daerah Guna Jaga Stabilitas Harga

Author

Agus Haris menilai Pelabuhan Loktuan masih memerlukan berbagai pembenahan dan sentuhan perbaikan agar mampu beroperasi secara optimal demi menopang pertumbuhan ekonomi. (Foto: Firmanza/PPID Kota Bontang)
KALTIM -
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Loktuan, Bontang Utara, pada Selasa (30/6/2026) lalu.

Kunjungan ini dilakukan guna melihat kesiapan pengembangan infrastruktur maritim tersebut yang tengah digenjot untuk menjadi pusat logistik daerah sekaligus urat nadi transportasi laut.

Dalam pengamatannya, Agus Haris menilai Pelabuhan Loktuan masih memerlukan berbagai pembenahan dan sentuhan perbaikan agar mampu beroperasi secara optimal demi menopang pertumbuhan ekonomi.

Salah satu poin strategis yang didorong oleh Wawali adalah pembukaan izin lintasan pelayaran baru yang menghubungkan Kota Bontang langsung dengan Sulawesi Barat.

Baca juga: Respons Pertumbuhan Ekonomi Digital, BPS Bontang Terjunkan Ratusan Petugas Lapangan

Langkah menjadikan pelabuhan ini sebagai pusat logistik daerah dinilai sangat krusial mengingat sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat Bontang saat ini masih didatangkan dari luar daerah, sehingga memperpendek jalur distribusi menjadi solusi nyata untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

"Selama ini pasokan banyak bergantung dari Balikpapan maupun Pulau Jawa. Kalau jalur laut ke Sulawesi Barat bisa dibuka, distribusi logistik akan lebih mudah, pilihan pasokan bertambah, sehingga inflasi juga lebih terjaga," ujar Agus Haris di sela-sela peninjauan.

Peningkatan Pelayanan dan Konektivitas Kapal Penumpang

Agus Haris menambahkan, keberadaan jalur laut ke Sulawesi Barat tersebut juga sangat relevan dengan aspek demografis, mengingat banyak warga Bontang yang memiliki ikatan kekeluargaan atau berasal dari Pulau Sulawesi.

Selain memperlancar arus barang dalam perannya sebagai pusat logistik daerah, dibukanya jalur ini diharapkan mampu menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat peran Pelabuhan Loktuan sebagai pintu gerbang perdagangan.

Baca juga: Gandeng ICMI dan HNSI, Kepala DKP3 Bontang Matangkan Strategi Ekonomi Biru di Pesisir

Demi merealisasikan target tersebut, Pemkot Bontang mengusulkan peningkatan standar pelayanan pelabuhan dengan membangun komunikasi intensif bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT ASDP Indonesia Ferry.

Kerja sama ini bertujuan agar layanan kapal penumpang dapat segera beroperasi secara reguler di Bontang, di mana pemerintah daerah juga siap mengupayakan dukungan subsidi untuk mendorong percepatan layanan tersebut.

KSOP Siap Berikan Rekomendasi dan Dukungan Teknis

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bontang, M. Ridha Rengreng, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh pengembangan Pelabuhan Loktuan, baik dari sisi administrasi maupun teknis.

Pihaknya akan meneruskan usulan ini kepada kementerian terkait setelah pemerintah daerah melengkapi seluruh dokumen administrasi yang diperlukan, termasuk Request for Information Berthing (RIB).

Pengembangan pelabuhan ini nantinya diarahkan secara multifungsi, tidak hanya sebagai pusat logistik dan kargo, tetapi juga sebagai pelabuhan penumpang yang representatif.

Merespons arahan teknis tersebut, Wawali Agus Haris langsung menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bontang, M. Toufan Kurnia, untuk segera menyusun dan mengirimkan surat resmi kepada KSOP sebagai langkah percepatan proses administrasi.

Baca juga: Luluskan 310 Siswa, SMPN 1 Bontang Terima Apresiasi Khusus dari Wali Kota

Dalam kunjungan kerja ini, kehadiran Wawali beserta rombongan disambut oleh Direktur PT Laut Bontang Bersinar (LBB) Hariadi, Kepala KSOP Kelas II Bontang M. Ridha Rengreng, serta Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang Lulyana Ramdhani.

Usai melakukan koordinasi di ruang rapat Gedung Terminal, Wakil Wali Kota bersama rombongan melanjutkan inspeksi lapangan ke sejumlah fasilitas eksisting yang akan menjadi fokus pengembangan ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Bontang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU