Kepala DKP3 Kota Bontang, H. Ahmad Aznem, SE., M.Si. (Foto: Muhammad Olifiansyah/INDOZONE)
KALTIM - Menandai momentum sakral pergantian tahun baru Islam, Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) secara resmi meluncurkan seruan komprehensif bertajuk "Manifesto Hijrah Ekologis".
Langkah radikal ini ditujukan untuk mematangkan strategi Ekonomi Biru di wilayah pesisir, yang ditandai dengan pengukuhan kelompok KOMPAK Sumber Lamun Bersinar (SLB) sebagai garda terdepan konservasi serta akselerasi cetak biru pendirian Universitas Lamun.
Inisiatif besar ini dikawal ketat melalui orkestrasi penta-helix oleh DKP3 dengan mengunci komitmen bersama para mitra strategis, khususnya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Bontang dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Bontang, guna menggerakkan roda ekonomi kelautan yang berkelanjutan.
"Semangat hijrah 1 Muharram 1448 H ini kami tandai secara konkret dengan menetapkan KOMPAK Sumber Lamun Bersinar sebagai garda terdepan pelindung ekosistem pesisir. Lebih dari itu, hari ini kita mempercepat langkah mewujudkan Universitas Lamun yang telah kita canangkan bersama ICMI, HNSI, dan masyarakat nelayan," tegas Kepala DKP3 Kota Bontang, H. Ahmad Aznem, SE., M.Si., dalam pernyataan resminya, Juni 2026.
Baca juga: Luluskan 310 Siswa, SMPN 1 Bontang Terima Apresiasi Khusus dari Wali Kota
Ahmad Aznem secara khusus menegaskan peran vital ICMI Kota Bontang sebagai pilar utama pembangunan Universitas Lamun.
ICMI ditempatkan sebagai jangkar intelektual yang bertugas menghimpun kontribusi pemikiran para pakar muslim, menyusun kurikulum riset kelautan global, hingga merumuskan formulasi praktis seperti probiotik pakan.
Sementara itu, HNSI Kota Bontang memegang peran strategis sebagai penggerak sosial dan advokasi di lapangan.
HNSI bertindak sebagai eksekutor untuk melahirkan para Bahari-Preneur Mandiri yang tangguh, mengelola dana bergulir (revolving fund), serta menjadi jembatan negosiasi harga ekspor langsung dengan kapal importir asing di Selat Makassar.
Baca juga: Menyusuri Jalur Ulin Bontang Mangrove Park, Wahana Liburan Murah Ramah Ekologi
Demi memastikan program investasi sosial, CSR, dan ESG industri berjalan terarah dan membebaskan nelayan dari ancaman stunting, DKP3 mengunci pembagian amanah lima pilar dalam struktur TF-K2P4 Kota Bontang:
Baca juga: Miris! Modus Baru Pengedar Narkoba Jadikan Pelajar Bermodus Kurir Sabu di Bontang
Strategi Ekonomi Biru ini nantinya berpusat pada kehadiran Universitas Lamun sebagai Marine Research Center dunia yang inklusif.
Universitas ini dirancang untuk memfasilitasi kemitraan riset internasional dengan menyediakan stasiun lapangan (field station) mandiri bagi para ilmuwan global.
Kajian ilmiah utamanya akan mencakup sektor Blue Carbon Stocking (valuasi serapan emisi karbon), laju rekrutmen populasi ikan, studi perilaku Dugong, hingga pengawasan laboratorium terhadap kontaminasi mikroplastik.
Menutup siaran pers tersebut, Ahmad Aznem menyatakan optimisme tingginya bahwa perpaduan antara sains, iman, dan kerja sama lintas sektor ini akan membawa masa depan baru bagi pesisir Kota Bontang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung