WALHI Jatim Protes Rencana Penebangan untuk Proyek Drainase (Ist)
KALTIM - Rencana Pemerintah Kota Malang untuk menebang sejumlah pohon di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta memicu protes dari aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur dan akademisi Universitas Widyagama Malang.
Aksi unik "peluk pohon" dilakukan pada Kamis malam, 15 Agustus 2025, sebagai bentuk penolakan terhadap rencana penebangan yang diduga untuk proyek drainase.
Protes ini muncul setelah aktivis WALHI Jatim menerima informasi bahwa penebangan akan dimulai dari depan area kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Beberapa pohon bahkan sudah ditandai dengan cat silang dan sebagian dahannya telah dipangkas.
Baca juga: WALHI Sulawesi Tenggara Laporkan 5 Perusahaan ke Kejaksaan Agung Terkait Dugaan Perusakan Lingkungan
"Pohon Tidak Bersalah, Kenapa Harus Ditebang?"
Salah satu dosen Fakultas Hukum Universitas Widyagama Malang, Purnawan Dwikora Negara, yang turut serta dalam aksi tersebut, menyayangkan kebijakan birokrat yang dianggapnya tidak pro-lingkungan.
"Ada sebuah pohon di depan kampus Polinema yang lingkar pohonnya butuh empat pelukan orang dewasa. Pohon ini terancam ditebang," ujar Purnawan.
"Tidak boleh satu pun pohon yang ditebang."
Baca juga: WALHI Yogyakarta Desak Pemulihan Pantai Pandansari: Kawal Pembongkaran TPS Liar
Menurut Purnawan, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang tentang Taman dan Dekorasi Kota, penebangan pohon hanya diperbolehkan jika pohon tersebut mengganggu fasilitas umum, seperti kabel listrik, atau jika kondisinya sudah tua dan rapuh sehingga berpotensi membahayakan warga.
"Jika pohon tidak menimbulkan masalah, masih sehat, tidak tua dan tidak rapuh, kenapa harus ditebang? Pohon ini tidak salah," tegas Purnawan.
Ia menambahkan, masalah banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut bukan disebabkan oleh pohon, melainkan karena alih fungsi lahan hijau dan penyempitan badan sungai.
Seharusnya, lanjutnya, bangunan-bangunan yang melanggar tersebut yang "ditebang" atau digusur, bukan pohon.
Aksi ini juga menjadi pengingat atas janji pemerintah sebelumnya.
Purnawan menyebut, saat 40 batang pohon ditebang untuk pelebaran Jalan Soekarno-Hatta, pemerintah menjanjikan penanaman pohon pengganti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Group Media Malang