Pasangan Kalimantan menampilkan keindahan budayanya melalui pakaian tradisional yang menakjubkan. (Foto: Faizzaki/istockphoto.com)
KALTIM - Kalimantan Timur (Kaltim) bukan sekadar wilayah yang kaya akan sumber daya alam, tetapi juga merupakan kawah candradimuka bagi keragaman etnis dan bahasa.
Sebagai rumah bagi Suku Kutai dan berbagai sub-suku Dayak, Bumi Etam menyimpan jejak literasi lisan yang menjadi bukti identitas, adat istiadat, serta nilai lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Salah satu pilar kebudayaan di Kalimantan Timur adalah Suku Kutai.
Masyarakat Kutai, yang banyak mendiami wilayah sepanjang aliran Sungai Mahakam, memiliki bahasa daerah sendiri yang dikenal sebagai Melayu Kutai.
Bahasa ini bukan hanya sekadar alat komunikasi, melainkan bahasa penghubung antarsuku di wilayah pesisir.
Keberadaannya sangat penting karena mampu menyatukan berbagai etnis seperti Bugis, Jawa, hingga Tionghoa yang telah lama menetap di Kaltim.
Selain itu, terdapat pula Melayu Berau yang berkembang pesat di wilayah utara Kalimantan Timur, menambah kekayaan dialek Melayu di provinsi ini.
Bergeser ke wilayah pedalaman dan hulu sungai, eksistensi suku Dayak sebagai penduduk asli memberikan warna linguistik yang sangat kompleks.
Di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, terdapat berbagai bahasa Dayak yang memiliki karakteristik unik, di antaranya:
Baca juga: Siapa Bilang di Kalimantan Timur Tidak Ada Kereta? Begini Faktanya!
Bahasa-bahasa ini memegang fungsi sakral dalam kehidupan masyarakat.
Selain untuk percakapan sehari-hari, bahasa daerah ini digunakan dalam upacara adat, penyampaian hukum adat, hingga ritual keagamaan Kaharingan yang masih lestari di sebagian komunitas.
Keunikan Kalimantan Timur juga terletak pada kemampuannya menyerap budaya pendatang tanpa menghilangkan jati diri aslinya.
Bahasa Banjar, misalnya, sangat dominan digunakan dalam aktivitas perdagangan di Samarinda dan Balikpapan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber