Rencana Jalur Kereta Api Kalimantan. (Foto: Info IKN Nusantara/Facebook.com)
KALTIM - Upaya menghadirkan jalur kereta api di Kalimantan Timur melewati perjalanan yang panjang dan berliku.
Meski sempat terhenti dan statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dicabut, harapan baru kini muncul seiring dengan rencana integrasi jalur tersebut ke wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan masuknya penjajakan investor baru.
Proyek ambisius ini awalnya digagas oleh PT Kereta Api Borneo (KAB), anak perusahaan Russian Railways.
Perusahaan asal Rusia tersebut tercatat telah menanamkan modal sekitar 18 juta dolar AS untuk mengembangkan trek tunggal sepanjang 203 kilometer.
Baca juga: Simak Panduan Lengkap dan Syarat Terbaru Pembuatan KTP di Kalimantan Timur
Jalur ini dirancang membentang luas mulai dari Balikpapan, Penajam Paser Utara, Paser, hingga Kutai Barat. Namun, langkah tersebut menemui jalan buntu.
Dalam sebuah siaran pers daring, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, menjelaskan bahwa proyek terhenti karena lokasinya beririsan dengan rencana besar Pemerintah Indonesia memindahkan ibu kota negara ke Kaltim.
Mandeknya proyek ini sejak 2018 tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga pada sumber daya manusia yang telah disiapkan.
Sejak 2015, Pemerintah Provinsi Kaltim telah mengirim 150 mahasiswa untuk menempuh pendidikan perkeretaapian di Moscow State University of Railway Engineering.
Baca juga: Dari Mana Asal Nama Kalimantan Timur?
Kini, para lulusan tersebut menanti kejelasan karena terikat kontrak pengabdian. Salah satu penerima beasiswa, Einstein Edo Fradhana, berharap pemerintah memberikan solusi nyata jika PT Kereta Api Borneo tidak berlanjut.
Mengingat industri kereta api belum tersedia di Kaltim, para lulusan ini berharap adanya pertanggungjawaban agar keahlian mereka dapat dialihkan ke instansi seperti PT KAI.
Setelah mundurnya pihak Rusia, angin segar kembali berembus melalui penjajakan investor asal China.
China Railways Liuyuan Group Co, Ltd dikabarkan tertarik melanjutkan proyek ini dengan cakupan yang lebih luas, yakni membangun jalur kereta api barang sekaligus penumpang.
Baca juga: Ragam Kuliner Khas Kalimantan Timur yang Legendaris
Berbeda dengan konsep sebelumnya yang fokus pada logistik batubara, investor baru ini membuka peluang bagi angkutan umum.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama Kementerian Perhubungan tengah melakukan studi trasé lanjutan agar proyek ini selaras dengan kebutuhan transportasi modern di IKN.
Investasi yang sebelumnya ditaksir mencapai Rp 53,3 triliun, mencakup rel, stasiun, hingga pelabuhan batubara, kini sedang dikaji ulang melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber Berita