Rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan. (Foto: Aria Ananda/ANTARA)
KALTIM - Pemerintah secara resmi mengumumkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus bergulir selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Sebagai langkah penghormatan terhadap ibadah puasa, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan mekanisme distribusi khusus yang menyasar lingkungan pesantren dan siswa Muslim di seluruh Indonesia.
Langkah strategis ini diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan terkait penguatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG di Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kesehatan masyarakat di tengah bulan suci.
Baca juga: Resmikan Dapur Gizi ke-13, Wali Kota Bontang Targetkan 23 SPPG Beroperasi Dukung Program MBG
"Pelaksanaan MBG pada bulan Ramadhan tetap berjalan,” kata Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas.
Ia menjelaskan bahwa penyesuaian dilakukan agar layanan tetap tepat sasaran tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa bagi peserta didik Muslim.
"Sekolah yang non-Muslim distribusi seperti biasa. Ibu hamil dan balita juga tetap mendapatkan layanan seperti biasa," tambahnya.
Khusus untuk lingkungan pesantren dan sekolah dengan mayoritas siswa Muslim, pemerintah melakukan pergeseran waktu layanan.
Baca juga: Amsindo Nilai Program MBG Positif bagi Ekonomi, Minta Pengawasan Distribusi Makanan Diperketat
Zulhas menjelaskan bahwa para santri akan menerima distribusi pada sore hari agar makanan dikonsumsi tepat saat waktu berbuka puasa.
Sementara bagi siswa sekolah umum, paket makanan akan dibagikan saat jam pulang sekolah.
“Untuk anak sekolah yang puasa, makanan dibagikan saat pulang sekolah untuk berbuka,” ungkap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Dadan memastikan bahwa meskipun ada perubahan waktu dan bentuk kemasan menjadi makanan kering bagi siswa yang berpuasa, standar kecukupan gizi tetap menjadi prioritas utama.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiap daerah telah diinstruksikan untuk menyusun menu yang tetap memperhatikan kecukupan gizi meskipun dikemas secara praktis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur