Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 19:34 WIB

Omzet Anjlok 60 Persen, Pedagang Kembang Api Tenggarong Berharap Malam Terakhir Penjualan Moncer

Omzet Anjlok 60 Persen, Pedagang Kembang Api Tenggarong Berharap Malam Terakhir Penjualan MoncerPenjual terompet dan kembang api. (Foto: Achmad Rizki/Kutairaya.com)
KALTIM -
Euforia menjelang pergantian tahun di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), tampaknya belum berdampak signifikan pada penjualan pedagang musiman.

Para penjual terompet dan kembang api yang mulai menjamur sejak awal Desember 2025, mengeluhkan penurunan omzet yang drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah seorang pedagang di Jalan Danau Aji Tenggarong, Muhammad Nor, yang telah berjualan sejak 5 Desember 2025, mengaku penjualan harian masih sangat lesu.

"Penjualan tahun ini (2025) berbeda seperti tahun lalu 2024," kata Muhammad Nor, Selasa (30/12/2025).

Baca juga: Solidaritas Rp5 Miliar untuk Aceh, Balikpapan Sambut Tahun Baru 2026 dengan Doa Bersama di Masjid

Penurunan Drastis dan Harapan Hari Terakhir

Nor mengungkapkan bahwa penjualan harian kembang api dan terompetnya saat ini hanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.

Angka ini menunjukkan penurunan omzet sekitar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mampu mencapai lebih dari Rp500 ribu per hari.

Secara kuantitas, tahun lalu Nor mampu menghabiskan sekitar 10 dos kembang api, namun hingga H-1 Tahun Baru, ia baru menjual sekitar 5 dos saja.

Dengan hanya tersisa satu malam menjelang puncak perayaan Tahun Baru 2026, para pedagang menaruh harapan besar pada lonjakan pembeli dadakan.

"Kami berharap penjualan kembang api dan terompet tahun ini bisa maksimal. Karena kita hanya ada waktu 1 hari lagi," ucapnya, berharap malam terakhir dapat membuat penjualan 'moncer' atau melesat tinggi.

Berbagai jenis kembang api ia jajakan, mulai dari petasan lempar, kembang api gasing, kembang api kawat, hingga kembang api bola udara.

Harga yang dibanderol pun terjangkau, dimulai dari Rp5 ribu hingga Rp250 ribu untuk kembang api, dan Rp5 ribu hingga Rp20 ribu untuk terompet.

Baca juga: ASTON Samarinda Ganti Kembang Api dengan Doa Bersama Tahun Baru

Keselamatan Anak Tetap Utama

Meskipun aktivitas membeli kembang api masih berjalan, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama.

Salah seorang pembeli, Suyatman, mengatakan ia membeli kembang api untuk menyenangkan anak-anaknya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Omzet Anjlok 60 Persen, Pedagang Kembang Api Tenggarong Berharap Malam Terakhir Penjualan Moncer

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!