Maskapai Wings Air resmi mengoperasikan rute penerbangan langsung dari Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb, menuju Bandara Maratua, Kabupaten Berau. (Foto: Novi Abdi/ANTARA)
KALTIM - Kabar gembira bagi keluarga yang merencanakan liburan ke destinasi impian.
Mulai 16 Januari 2026, perjalanan menuju "Maladewa Indonesia" menjadi jauh lebih praktis.
Maskapai Wings Air resmi mengoperasikan rute penerbangan langsung dari Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb, menuju Bandara Maratua, Kabupaten Berau.
Pembukaan rute ini menjadi solusi bagi wisatawan keluarga yang menginginkan perjalanan lebih cepat dan nyaman.
Wings Air mengerahkan pesawat ATR 72 dengan kapasitas 72 kursi.
Kapasitas yang lebih besar ini merupakan peningkatan signifikan dari layanan sebelumnya yang hanya menggunakan pesawat kecil berkapasitas 12 orang.
Baca juga: Simak Panduan Mencari Hunian Murah di Samarinda dan Daftar Kawasan Hidden Gems
Dengan pesawat yang lebih luas, para orang tua kini tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan kursi saat membawa rombongan keluarga besar untuk menikmati keindahan bawah laut Maratua dan Derawan.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, menyatakan bahwa penambahan rute ini adalah bagian dari upaya membangkitkan kembali pariwisata Kalimantan Timur.
“Kami memfasilitasi seluruh pihak agar konektivitas udara di Kaltim kembali hidup. Penambahan rute ini diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat, khususnya untuk akses menuju tempat wisata keluarga unggulan di Berau seperti Pulau Derawan, Maratua, hingga Biduk-Biduk,” jelas Ferdinan
Selain rute ke Maratua, para pelancong keluarga juga dimanjakan dengan peningkatan layanan maskapai lain di bawah naungan Lion Group dan Citilink:
Baca juga: Mau Pindah ke Samarinda? Intip Estimasi Biaya Hidup dan Harga Hunian Terbaru Tahun 2026
Penguatan akses udara ini diharapkan menjadikan Kalimantan Timur sebagai pilihan utama wisata keluarga nasional maupun internasional.
Ke depan, Otoritas Bandara juga menjajaki pembukaan rute lintas provinsi menuju Kalimantan Tengah (Sampit dan Pangkalan Bun).
"Pengembangan konektivitas ini sangat penting untuk mempermudah akses wisatawan dan memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai destinasi wisata unggulan,” pungkas Ferdinan.
Kini, momen melihat penyu di Maratua atau merasakan jernihnya air di Labuan Cermin bersama keluarga tercinta hanya terpaut satu penerbangan singkat saja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur