Salah Satu Prasasti Abad ke-4 di Museum Mulawarman. (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)
KALTIM - Di tengah melambungnya biaya gaya hidup, Museum Mulawarman di Tenggarong, Kutai Kartanegara, tetap konsisten menawarkan paket wisata edukasi yang sangat ramah di kantong, namun dengan koleksi yang membuat decak kagum sejarawan internasional.
Hanya dengan tiket seharga Rp10.000 hingga Rp15.000, pengunjung sudah bisa melintasi waktu, menelusuri jejak peradaban Nusantara dari ribuan tahun silam hingga era kolonial.
Meski tiketnya murah meriah, apa yang tersimpan di dalam bangunan putih bergaya klasik ini jauh dari kata biasa.
Museum Mulawarman menyimpan ribuan keramik kuno peninggalan Dinasti Ming, Qing, dan Yuan asal Tiongkok, serta keramik dari Eropa yang membuktikan bahwa wilayah ini pernah menjadi pusat perdagangan global yang sangat sibuk.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata Sejarah di Kaltim yang Wajib Dikunjungi Sebelum ke IKN
Namun, primadona utamanya tetaplah Prasasti Yupa.
Melalui replika prasasti dari abad ke-4 ini, pengunjung bisa melihat bukti nyata bahwa titik awal literasi dan sejarah tulisan di Indonesia dimulai dari tanah Kalimantan Timur.
Bangunan museum ini sendiri adalah bekas Istana Kesultanan Kutai Kartanegara yang dibangun pada 1932.
Pengunjung tidak hanya melihat pajangan, tetapi juga merasakan kemegahan arsitektur yang memadukan konsep kolonial Belanda dengan filosofi lokal.
Baca juga: Intip Pesona Goa Halo Tabung, Rekomendasi Wisata Gratis dengan Air Sebening Kaca di Maratua
Di dalam, terdapat singgasana raja, pakaian kebesaran dari benang emas, hingga patung Lembu Swana yang menjadi simbol sakral kerajaan.
Bagi kalian yang ingin menikmati wisata sejarah "budget-friendly" ini, berikut detail operasionalnya:
Selain koleksi di dalam gedung, halaman museum yang luas menawarkan area bersantai di tepian Sungai Mahakam.
Terdapat juga kompleks pemakaman sultan yang bersejarah dan pasar suvenir di area belakang yang menjual manik-manik serta kain tenun khas Dayak dan Kutai dengan harga perajin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber