Tenggarong pusat kebudayaan Kutai. (Foto: Wikipedia)
KALTIM - Banyak yang mengenal Tenggarong sebagai pusat kebudayaan Kutai, namun tak banyak yang tahu bahwa kota ini lahir dari sebuah keputusan besar untuk meninggalkan masa lalu yang kelam.
Nama Tenggarong ternyata memiliki akar sejarah yang dalam, bermula dari sebuah pemukiman sederhana di pinggir Mahakam yang kemudian bertransformasi menjadi jantung Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Sejarah mencatat bahwa sebelum menetap di Tenggarong, pusat pemerintahan Kesultanan berada di Pemarangan.
Namun, di bawah kepemimpinan Sultan Aji Muhammad Muslihuddin atau yang lebih dikenal dengan nama Sultan Aji Imbut, muncul keinginan untuk memindahkan ibu kota.
Langkah ini dilakukan bukan tanpa alasan. Sultan Aji Imbut merasa perlu mencari lokasi baru untuk membuang sial dan mencari tempat yang lebih strategis, baik secara pertahanan militer maupun pertumbuhan ekonomi.
Pilihan jatuh pada sebuah wilayah subur di bantaran sungai yang saat itu bernama Tepian Pandan.
Setelah Sultan menetap di sana pada tanggal 28 September 1782, dibangunlah istana dan sarana pendukung pemerintahan lainnya.
Karena lokasinya yang menjadi kediaman resmi Sultan, masyarakat setempat dan para pendatang mulai menyebut wilayah tersebut sebagai Tangga Arung.
Dalam bahasa Kutai, Tangga Arung memiliki arti harfiah Rumah Raja (Tangga berarti rumah/tangga, dan Arung merujuk pada bangsawan atau raja).
Seiring berjalannya waktu dan pengaruh dialek masyarakat, penyebutan Tangga Arung mengalami pergeseran fonetik hingga akhirnya lebih populer dikenal dengan nama Tenggarong sampai saat ini.
Pemilihan Tenggarong sebagai ibu kota terbukti jenius secara taktis.
Letaknya berada di kelokan sungai yang aman dari serangan langsung musuh lewat jalur laut, namun tetap memiliki kontrol kuat terhadap lalu lintas perdagangan di hulu dan hilir Mahakam.
Di tempat inilah, identitas Islam yang dibawa oleh para ulama seperti Tuan Tunggang Parangan semakin mengakar kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber