Senin, 11 AGUSTUS 2025 • 21:13 WIB

Kembali ke Kancah Musik, Machdis Arie Rilis Proyek Baru ‘helas’ dengan Single Perdana ‘nonsense’

Author
Machdis Arie Rilis Proyek Baru ‘helas’ dengan Single Perdana ‘nonsense’
INDOZONE.ID - 
Nama Machdis Arie, yang dikenal sebagai bassist dari band-band populer seperti Sunrisejkt dan Killing Me Inside, kembali ke dunia musik dengan gebrakan baru.

Musisi yang berasal dari Bontang, Kalimantan Timur, ini kini tidak lagi terikat pada genre musik keras yang membesarkan namanya.

Arie memperkenalkan proyek terbarunya yang diberi nama helas.

Proyek ini menandai evolusi musikal Arie, yang kini menawarkan karya-karya lebih segar.

Sebagai langkah awal, helas resmi merilis single debut berjudul "nonsense" pada 25 Juli 2025 lalu.

Baca juga: Punya Pengaruh Besar, Ini 6 Musisi yang Naik Daun Berkat Ozzy Osbourne

Lagu "nonsense" ditulis oleh Machdis Arie bersama Gama Gifari, mantan drummer Killing Me Inside, yang juga bertindak sebagai produser.

Lagu ini lahir dari pengalaman pribadi Arie yang mendalam.

"nonsense" mengisahkan tentang hubungan yang penuh dengan manipulasi dan perilaku gaslighting dari seseorang yang selalu bertindak sebagai korban.

Melalui liriknya, "nonsense" seolah menjadi teriakan lantang atas absurditas yang selama ini ditoleransi.

Pesan utama lagu ini diringkas dalam kutipan tajam, “You may manipulate others, but you can't manipulate karma."

Baca juga: Ramai Musisi Ajak Boikot Spotify, Ternyata Ini Alasannya

"Lagu ini adalah bentuk perlawanan dari pengalaman nyata saya, di mana saya bertahun-tahun dihadapkan pada seseorang yang selalu mengeluh dan bertindak seolah-olah menjadi korban," jelas Arie.

"Padahal, apa yang dia ucapkan tidak masuk akal dan tindakannya justru perlahan merusak dari dalam. Ini semacam pengingat bagi saya dan orang lain untuk tidak terus mentolerir hal-hal yang merusak."

Bersamaan dengan perilisan single, helas juga meluncurkan video lirik "nonsense" di kanal YouTube. 

Video ini dibuat dengan gaya minimalis, namun diperkuat dengan elemen komedi berupa kumpulan meme.

Penggunaan meme ini sengaja dipilih sebagai simbol coping mechanism, sebuah cara untuk menertawakan masa lalu, dan merayakan kembalinya kehidupan yang lebih baik setelah melewati pengalaman buruk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU