Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 10 AGUSTUS 2025 • 23:54 WIB

Bontang Kejar Target Nol Kemiskinan 2029, Validasi Data Jadi Kunci Utama

Bontang Kejar Target Nol Kemiskinan 2029, Validasi Data Jadi Kunci UtamaBontang Kejar Target Nol Kemiskinan 2029 (Foto: PPID Kota Bontang/Firman)
INDOZONE.ID -
Pemerintah Kota Bontang menargetkan capaian nol kemiskinan pada tahun 2029.

Langkah konkret untuk mewujudkan ambisi ini dimulai dengan menyelaraskan data melalui Rapat Koordinasi (Rakor) lintas lembaga yang digelar pada Jumat, (08/08/2025) lalu.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, dalam rapat yang berlangsung di Kantor BPKAD itu, menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan tidak bisa dilakukan Pemkot sendirian.

Validitas dan integrasi data menjadi fondasi utama dalam merancang setiap kebijakan.

"Data adalah fondasi dari seluruh kebijakan yang akan kita ambil. Tim di tingkat RT, kelurahan, hingga kecamatan sudah bekerja. Saat ini, data awal sudah berada di Dinsos-PM dan akan segera diverifikasi lebih lanjut," ujar Agus Haris.

Baca juga: Ahmad Luthfi Prioritaskan Kemiskinan dan Infrastruktur dalam Perubahan APBD 2025

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan data yang digunakan terpusat dan tidak tumpang tindih.

Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mengamanatkan pengelolaan data kemiskinan satu pintu melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

"Tidak boleh ada data ganda atau simpang siur. Kita harus satu narasi, satu sistem, dan satu tujuan," tegasnya.

Kepala BPS Kota Bontang, Widiyantono, menjelaskan bahwa verifikasi data akan menggunakan sistem data tunggal ekonomi atau yang dikenal dengan Detisime.

Sistem ini memuat 39 variabel, termasuk kondisi tempat tinggal dan karakteristik rumah tangga, yang mampu mengelompokkan rumah tangga dalam 10 desil.

Baca juga: Bersama Lawan Kemiskinan: Langkah Nyata Jateng Lewat Konvergensi Program

"Dari sistem detisime ini, kita bisa membagi rumah tangga ke dalam kelompok desil. Hanya Kemensos yang memiliki akses penuh terhadap sistem ini, sehingga sinkronisasi data menjadi sangat penting agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran," jelas Widiyantono.

Data awal dari Kemensos mencatat ada 27.000 Kepala Keluarga (KK) yang tergolong miskin di Bontang.

Setelah verifikasi awal, angka tersebut menyusut menjadi sekitar 24.000 KK.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Bontang

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bontang Kejar Target Nol Kemiskinan 2029, Validasi Data Jadi Kunci Utama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!