Senin, 24 NOVEMBER 2025 • 22:26 WIB

Perdana di Indonesia! Jeju Korsel Jadikan Kota Bontang Pilot Project Pengelolaan Sampah Jadi Energi Terbarukan

Author

Rombongan Pemprov Jeju bersama perwakilan KLHK/Badan Pengendalian Lingkungan, Desi Florita Syahri, meninjau langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang Lestari. (Foto: Hendra/PPID Kota Bontang)
KALTIM -
Pemerintah Provinsi Jeju, Korea Selatan, secara resmi memilih kota Bontang sebagai lokasi pilot project pengelolaan sampah menjadi energi di Indonesia.

Proyek kerja sama internasional ini bernilai fantastis, mencapai USD 9,3 juta atau sekitar Rp155,9 miliar, dan menjadikan Bontang kota percontohan pertama di Tanah Air.

Kerja sama yang difasilitasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini merupakan upaya kota Bontang untuk mewujudkan visi kota hijau berbasis energi terbarukan.

Rombongan Pemprov Jeju bersama perwakilan KLHK/Badan Pengendalian Lingkungan, Desi Florita Syahri, telah tiba di kota Bontang pada Selasa (4/11) untuk meninjau langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang Lestari dan memfinalisasi rencana pelaksanaan proyek.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang didampingi Kepala Bapenda, Syahruddin, menjelaskan bahwa kemitraan ini telah melalui pembahasan panjang sejak 2023.

Baca juga: Proyek Rp155 Miliar: Bontang–Jeju–KOICA Finalisasi Implementasi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

Proyek ini sangat mendesak mengingat data SIPSN 2025 menunjukkan kota Bontang menghasilkan rata-rata 108 ton sampah per hari, dan usia TPA diperkirakan hanya tersisa 3–4 tahun.

"Ini adalah solusi untuk memperpanjang usia TPA sekaligus menciptakan energi terbarukan. Pemkot Bontang sangat siap menerima dukungan ini,” ujar Wali Kota Neni.

Program strategis yang akan dijalankan melalui dana hibah ini meliputi pembangunan 30 Rumah Bersih, pembangunan fasilitas biodigester seluas 1,5 hektare di TPA, serta pelatihan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Kota Bontang Dipilih Karena Kemiripan dengan Jeju
Perwakilan Jeju National University, Bae Sung Kim, mengungkapkan alasan mengapa kota Bontang dipilih sebagai lokasi percontohan.

“Kondisi kota Bontang saat ini mirip dengan Jeju dua dekade lalu, saat kami menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Melalui proyek ini, kami berharap kota Bontang bisa mandiri dalam mengelola limbah sekaligus menghasilkan biogas,” jelas Bae Sung Kim.

Baca juga: Samarinda Siap Jadi Kota Percontohan, Sampah 1.000 Ton Bakal Disulap Jadi Listrik

Ia secara eksplisit menegaskan bahwa status kota Bontang sebagai kota pertama di Indonesia yang dijadikan lokasi pilot project oleh Pemerintah Provinsi Jeju sangat penting.

Wali Kota Bontang optimistis, kerja sama ini akan membawa perubahan besar.

"Proyek ini bukan hanya memperkuat sistem pengelolaan sampah di Bontang, tapi juga menjadikan kota ini model nasional dalam mengubah sampah menjadi energi, sebagai bagian dari ekonomi sirkular dan energi terbarukan masa depan,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Bontang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU