Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 07:30 WIB

Dari Diplomat Hingga Sultan Pemberani, Inilah 5 Tokoh Kaltim yang Mengukir Sejarah Benua Etam

Author

Lima tokoh besar yang perjuangannya menjadi fondasi bagi Kaltim. (Foto: Wikipedia)
KALTIM -
Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga karena sejarah panjang yang diukir oleh para tokoh revolusioner.

Mulai dari pejuang kemerdekaan yang visioner, hingga sultan yang gagah di medan perang, kisah mereka terus menginspirasi generasi muda Benua Etam.

Sebagai provinsi besar, Kaltim memiliki sejarah yang kaya.

Di balik kemajuan saat ini, terdapat lima nama besar yang perjuangannya menjadi fondasi bagi Kaltim.

  • Haji Abdoel Moeis Hassan (Pejuang dan Diplomat Politik)

Haji Abdoel Moeis Hassan. (Foto: id.wikipedia.org/wiki/Abdoel_Moeis_Hassan)
Haji Abdoel Moeis Hassan adalah tokoh sentral pergerakan pemuda di Samarinda pada masa pra-kemerdekaan (1940-1945).

Ia memimpin perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia di Kaltim melalui jalur diplomasi politik.

Sejak muda, Moeis aktif mendirikan organisasi pemuda seperti Rockoen Pemocda Indoenesia dan lembaga pendidikan Balai Pengajaran dan Pendidikan Rajat.

Kontribusi besarnya mengantarkannya menjadi Gubernur Kalimantan Timur ke-2 (1962–1966).

  • Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto (Gubernur Pertama)

Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto. (Foto: id.wikipedia.org/wiki/A.P.T._Pranoto)
APT Pranoto adalah putra ketujuh dari Sultan Aji Muhammad Alimuddin, Kesultanan Kutai Kartanegara.

Mengawali karier sebagai juru tulis di Tenggarong, karier politiknya meningkat pesat hingga menjabat Kepala Distrik Kota Bangun dan Sanga-Sanga (1927–1939).

Puncaknya, ia menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur yang pertama pada tahun 1959.

Sebagai penghormatan atas jasanya, nama beliau kini diabadikan sebagai nama bandar udara di Samarinda, Bandar Udara APT Pranoto.

  • Sultan Aji Muhammad Idris (Sultan Pahlawan)

Sultan Aji Muhammad Idris. (Foto: id.wikipedia.org/wiki/Aji_Muhammad_Idris)
Tokoh berpengaruh lainnya adalah Sultan Aji Muhammad Idris, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-14 (1735–1778).

Ia merupakan Sultan pertama dengan nama bernuansa Islam dan dikenal gagah di medan perang.

Perjuangannya yang paling dikenang adalah ketika ia memimpin perlawanan melawan penjajah VOC (Veerenigde Oostindische Compagnie) di Sulawesi Selatan.

Sultan Aji Muhammad Idris wafat sebagai pahlawan, dan kini namanya diabadikan sebagai nama perguruan tinggi di Samarinda, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UIN-SI).

  • Abdoel Wahab Sjahranie (Pahlawan Kesehatan)

Abdoel Wahab Sjahranie. (Foto: id.wikipedia.org/wiki/Abdoel_Wahab_Sjachranie)
Abdoel Wahab Sjahranie dikenal sebagai pahlawan kesehatan masyarakat Kaltim.

Selama menjabat sebagai Gubernur Kaltim (1972 hingga 1978), ia berhasil mengubah Landschap Hospital menjadi rumah sakit rujukan utama yang kini dikenal masyarakat luas, yaitu RSUD AW Sjahranie.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kaltim secara signifikan.

  • Awang Long atau Panglima Senopati Ario Awang Long (Panglima Perang)

Awang Long. (Foto: gerbangnusantaranews.id)
Awang Long adalah seorang panglima perang Kutai yang memimpin perlawanan heroik melawan Belanda dan Inggris atas nama rakyat Kutai.

Semangatnya yang tak pernah padam dalam membela kemerdekaan diabadikan sebagai nama jalan protokol di Kota Samarinda, Jalan Awang Long.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU