DLH Bontang Siapkan Rp420 Juta untuk Aksi Iklim, Wali Kota Neni: "Alam Tidak Membutuhkan Manusia"
KALTIM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui Penganugerahan Lingkungan Hidup 2025 yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota pada Rabu (3/12) siang.
Acara ini bukan hanya ajang apresiasi, tetapi juga momentum penguatan kesadaran ekologis di kalangan warga, pelajar, pegiat, hingga pemangku kepentingan.
Penekanan Kesadaran Ekologis oleh Wali Kota
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menjadi sorotan utama dengan pesan mendalamnya.
Dalam sambutan, ia mengingatkan hadirin tentang posisi fundamental manusia di hadapan alam.
"Alam tidak membutuhkan manusia, tetapi manusialah yang membutuhkan alam. Bumi ini hanya satu, sehingga wajib kita jaga melalui kolaborasi seluruh elemen kota,” ujar Neni, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan.
Dalam suasana yang mencair, Wali Kota Neni bahkan turun panggung menyapa pelajar dan menggelar kuis spontan mengenai konsep Adiwiyata yaitu sebuah wadah yang ia sebut sebagai pembentuk generasi peduli masa depan bumi.
Ia juga menyisipkan edukasi pentingnya ekosistem mangrove sebagai benteng alami abrasi.
Neni juga mengajak peserta merefleksikan sejarah pemindahan RSUD Taman Husada dari lokasi lamanya yang kerap dilanda banjir, sebagai pengingat bahwa tata kelola lingkungan yang buruk akan berdampak langsung pada pembangunan dan keselamatan warga.
Baca juga: Neni Moerniaeni Titipkan Misi Penting kepada Sarjana STIT-SYAMS, Neni: Kalian Aset Berharga Bontang
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, Heru Triatmojo, mengumumkan kabar gembira yang menjadi bukti nyata komitmen Pemkot.
Heru menegaskan bahwa penganugerahan ini harus berlanjut menjadi aksi nyata di lapangan.
“Ini bentuk komitmen Pemkot agar gerakan lingkungan tidak berhenti di acara ini, tetapi berlanjut pada aksi yang memberi dampak,” ujarnya.
Untuk mendukung gerakan tersebut, DLH telah menyiapkan dukungan dana CPF Carbon Fund sebesar Rp420 juta pada tahun depan.
Dana ini akan dialokasikan untuk program kampung iklim, kelompok tani, hingga sekolah.
Deretan Apresiasi untuk Para Penjaga Lingkungan
Malam penganugerahan menjadi puncak apresiasi bagi pihak-pihak yang berkontribusi nyata:
- Adiwiyata Tingkat Kota: SDN 007 dan SDN 012 masing-masing menerima dana pembinaan Rp10 juta. Sekolah yang lolos ke tingkat provinsi memperoleh Rp15 juta.
- Penghargaan Kalpataru: Diberikan kepada Jusman, atas konsistensinya merehabilitasi terumbu karang di wilayah pesisir Bontang.
- Program Kampung Iklim: Dimenangkan oleh Kelurahan Bontang Kuala.
- Kelurahan Bersih dan Hijau: Juara 1 diraih oleh Kelurahan Gunung Elai.
Selain itu, sebanyak 20 perusahaan, termasuk PT Badak NGL dan PT Pupuk Kaltim, turut menerima apresiasi atas kepedulian dan kontribusi mereka dalam menjaga lingkungan.
Acara ditutup dengan penghormatan khusus bagi Reni Murni sebagai Tokoh Peduli Lingkungan 2025, yang dinilai berdedikasi tinggi dalam menggerakkan masyarakat.
Pemkot Bontang berharap semangat yang menyala di Pendopo berlanjut melalui slogan Gerakan Ekonomi Sirkular Tanggap Iklim (GESIT) dengan tagline "Sampahku Tanggung Jawabku".
Hal ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan lingkungan Bontang berada di tangan seluruh lapisan masyarakat entah dari pemerintah, perusahaan, komunitas, hingga generasi muda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Bontang