Sabtu, 20 DESEMBER 2025 • 22:09 WIB

Duka Bencana Aceh Tamiang, Bapak Korban Banjir Refleks Minum Air Bersih Filterisasi Relawan Kaltim

Author

Seorang bapak korban banjir, yang telah berjuang tanpa air bersih selama berhari-hari, menunjukkan reaksi spontan saat melihat hasil filterisasi air yang dilakukan relawan. (Foto: Tangkapan Layar)
KALTIM -
Bencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu menyisakan duka mendalam, terutama terkait krisis air bersih.

Sebuah momen haru sekaligus menyayat hati terekam saat tim relawan kemanusiaan dari Kalimantan Timur (Kaltim) beraksi di lokasi.

Seorang bapak korban banjir, yang telah berjuang tanpa air bersih selama berhari-hari, menunjukkan reaksi spontan saat melihat hasil filterisasi air yang dilakukan relawan.

Saat tim relawan Kaltim selesai memfilterisasi air, bapak tersebut secara refleks langsung meminum air bersih yang baru dihasilkan.

Relawan sigap melarang tindakan itu karena prosedur kesehatan, namun tanggapannya sungguh mengharukan.

Baca juga: Gerakan Kaltim Peduli, Gubernur Kaltim Ajak Seluruh Perusahaan dan Warga Donasi untuk Korban Bencana Sumatera

“Saya 2 hari minum air banjir, ini bagus,” ujar bapak tersebut dengan mata berkaca-kaca, membenarkan keputusannya untuk langsung menenggak air yang terlihat jernih tersebut.

Pengakuan ini menjadi gambaran betapa parahnya kesulitan air bersih yang dihadapi warga korban bencana, sampai-sampai mereka terpaksa mengonsumsi air banjir selama dua hari berturut-turut.

Belakangan diketahui bahwa kehadiran relawan ini merupakan inisiatif dari Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud.

Gubernur Rudy mengirimkan relawan non-ASN yang difokuskan khusus untuk membantu Aceh Tamiang, mengingat hingga minggu ketiga pasca-banjir bandang, wilayah tersebut masih mengalami kesulitan air bersih yang sangat akut.

Baca juga: Bentuk Solidaritas Kemanusiaan, Pemprov Kaltim Salurkan Bantuan Rp 7,5 Miliar untuk Korban Banjir di Tiga Provinsi Sumatera

Tugas utama tim relawan ini adalah membenahi sumber air yang tercemar dan tidak bisa digunakan pasca-banjir bandang dengan cara filterisasi.

Mereka bertugas memastikan warga mendapatkan akses terhadap air layak konsumsi secepatnya.

Dikonfirmasi terpisah, Andrie Afrizal, salah satu perwakilan relawan di lapangan, mengungkapkan bahwa timnya saat ini terdiri dari 7 orang, di mana 4 orang berasal dari Kaltim dan 3 orang lainnya merupakan warga asli Medan.

“Inshaa Allah besok akan ada relawan tambahan yang merupakan penasehat dalam Tim Percepatan Gubernur, Bang Putra Jaya, beserta timnya. Lalu, akan disusul dengan kedatangan tim dapur umum dan kesehatan yang merupakan tim utama dari Pemerintah Provinsi bentukan Pak Gubernur,” tutup Andrie, menunjukkan komitmen Kaltim untuk terus menyalurkan bantuan vital.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Bontang, Kalimantan Timur (@bontang_ku)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU