KALTIM - Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STITEK) Bontang secara resmi mengumumkan kesiapannya untuk bertransformasi menjadi Universitas Sains dan Teknologi Bontang, sebuah langkah strategis yang didukung penuh oleh Pemerintah Kota Bontang.
Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan bahwa perubahan ini merupakan lompatan visi untuk menjadikan Bontang sebagai pusat inovasi sains dan teknologi, sejalan dengan statusnya sebagai mitra strategis IKN.
Penegasan ini disampaikan dalam Sosialisasi dan Diseminasi Kebijakan Perubahan Bentuk STITEK menjadi Universitas yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (19/12) lalu.
Acara ini juga dihadiri Ketua Komisi I DPD RI, Dr. Andi Sofyan Hasdam, yang turut mendukung percepatan transformasi ini.
Wali Kota Neni menyoroti bahwa kesiapan STITEK menjadi universitas tidak hanya didasarkan pada dedikasi panjangnya sejak 2005, tetapi juga pada ekspansi kurikulum yang masif.
“Selama hampir dua dekade, STITEK terbukti konsisten mencetak SDM industri melalui Teknik Elektro dan Teknik Informatika. Ini modal penting,” ujar Neni.
Saat ini, pengembangan telah mencapai puncaknya dengan target tujuh program studi pada tahun 2025.
Rincian pengembangan jurusan tersebut adalah:
- Program Studi Existing (2):
- Teknik Elektro
- Teknik Informatika
- Program Studi Baru Tahun 2024 (2):
- Sistem Informasi
- Bisnis Digital
- Program Studi Tambahan Tahun 2025 (3) - Menunggu SK:
- Teknik Industri
- Teknik Lingkungan
- Kewirausahaan
Penambahan program studi di bidang teknologi, lingkungan, dan kewirausahaan ini dinilai sangat relevan untuk mendukung visi Bontang sebagai kota industri dan jasa modern.
Baca juga: Siswa dan Wali Murid Asy Syaamil Bontang Donasikan Rp219 Juta untuk Korban Bencana Sumatera
"Kesiapan ini menjadi dasar logis perubahan STITEK menjadi Universitas Sains dan Teknologi Bontang. Ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan lompatan visi untuk menjadikan Bontang penghasil inovasi,” tegas Wali Kota Neni.
Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Hetifah Sjaifudian, yang hadir sebagai pembicara utama, menyatakan dukungan penuh seraya mengingatkan pentingnya penguatan kesiapan akademik dan tata kelola internal.
Sementara itu, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Prof. Mukhamad Najib, menilai STITEK Bontang berada di jalur yang tepat.
Sosialisasi ini dihadiri oleh mahasiswa, alumni, serta pimpinan STITEK, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap babak baru pendidikan tinggi di Bontang ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Bontang