Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 16:12 WIB

Stadion Gajayana Malang Siap Menjadi Lautan Doa di Mujahadah Kubro NU

Author

Ribuan relawan dari berbagai unsur seperti LPBI NU, GP Ansor, Banser, hingga kalangan pelajar dari IPNU-IPPNU dan Pramuka Ma’arif, telah bersiaga siang dan malam. (Foto: Muhammad Olifiansyah/INDOZONE)
MALANG -
Menjelang pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026, atmosfer religius mulai menyelimuti sudut-sudut kota.

Seluruh mesin organisasi NU di Kota Malang kini digenjot maksimal dalam fase akhir persiapan untuk menyambut kedatangan lebih dari seratus ribu jamaah yang hendak bersimpuh dalam doa bersama.

Ketua Panitia Lokal, H. Edy Hayatullah, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan kerja besar seluruh elemen NU yang bergerak dalam satu komando khidmah.

Ribuan relawan dari berbagai unsur seperti LPBI NU, GP Ansor, Banser, hingga kalangan pelajar dari IPNU-IPPNU dan Pramuka Ma’arif, telah bersiaga siang dan malam.

Baca juga: Pacitan Diguncang Gempa M 6,4 Dini Hari, Guncangan Kuat Terasa Sampai Malang dan Sekitarnya

"Persiapan Mujahadah Kubro terus kami maksimal dengan koordinasi semua pihak. Relawan bekerja siang malam. Ini bukan kerja satu-dua kelompok, tapi kerja bersama seluruh elemen NU. Semua bergerak dengan semangat khidmah,” ujar Gus Edy saat memantau persiapan di lapangan.

Keistimewaan acara ini tercermin dalam harmoni angka yang disebut sebagai momentum “Serba 100”.

Ketua PCNU Kota Malang, Dr. KH Israqunnajah, memaknainya sebagai sebuah ketetapan yang penuh makna bagi perjalanan satu abad organisasi berlambang jagat tersebut.

“Ini istimewa. 100 tahun usia NU kalender Masehi, 100 tahun Stadion Gajayana, 100 ribu jamaah, dan 100 posko relawan. Serba 100, penuh makna. Alhamdulillah, persiapan semakin matang. PCNU Kota Malang siap menyambut ratusan ribu tamu dengan sebaik-baiknya,” ungkap KH Israqunnajah.

Baca juga: Membongkar Trauma dan Biaya: Senyum Kemanusiaan di Balik Kantong Darah PMI Kota Malang

Sisi logistik dan kebutuhan dasar jamaah pun dipersiapkan dengan sangat serius.

PC Muslimat NU Kota Malang telah menggerakkan dapur umum guna menjamin ratusan ribu paket konsumsi tetap tersedia.

Sementara itu, dukungan vital datang dari Perumda Air Minum Tugu Tirta yang menyediakan 200 titik layanan air. Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo, menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan wujud tanggung jawab sebagai tuan rumah kegiatan nasional.

“Kami menyiapkan total 200 titik layanan air untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan jamaah. Fasilitas ini disiapkan agar jamaah dapat beribadah dengan khusyuk tanpa terkendala kebutuhan dasar air,” jelas Priyo.

Hingga dua hari menjelang acara, antusiasme warga Nahdliyin tercatat sangat tinggi dengan total 104.541 jamaah yang mengonfirmasi kehadiran. Arus besar ini diprediksi akan membawa ribuan

armada bus dan kendaraan pribadi yang memadati pintu-pintu masuk Kota Malang.

Selain persiapan teknis untuk jamaah, panitia juga telah merancang skenario pengamanan profesional bersama TNI dan Polri, termasuk mengantisipasi kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto.

Akhir pekan ini, Malang bukan sekadar kota wisata, melainkan pusat doa nasional tempat satu abad tradisi dan gotong royong NU berpendar di bawah langit Gajayana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU