Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 16:18 WIB

105 Ribu Jamaah dan Ribuan Armada Bus Siap Padati Puncak Satu Abad NU

Author

Titik Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana. (Foto: Muhammad Olifiansyah/INDOZONE)
MALANG -
Gelombang jamaah Nahdliyin dipastikan akan membanjiri Kota Malang dalam hitungan jam.

Berdasarkan data terbaru hingga H-2 pelaksanaan (6/2), jumlah jamaah yang terkonfirmasi hadir dalam puncak Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana telah menembus angka 104.541 orang.

Mobilisasi massa skala besar ini menjadi bukti nyata antusiasme luar biasa warga NU dalam menyambut pergantian abad organisasi.

Sekretaris PWNU Jatim, DR HM Faqih, mencatat bahwa arus massa ini membawa ribuan armada kendaraan dari berbagai penjuru Jawa Timur.

"Hingga H-2 tercatat jamaah mencapai 104.541 orang atau kalau dibulatkan mencapai 105 ribu orang. Mereka datang menggunakan 1.183 bus, 6.465 mobil, dan 5.413 sepeda motor,” ujar HM Faqih di Surabaya, Jumat (6/2).

Baca juga: Stadion Gajayana Malang Siap Menjadi Lautan Doa di Mujahadah Kubro NU

Seluruh armada tersebut akan terbagi dalam sembilan zona kedatangan dengan pengawalan ketat dari petugas lapangan.

Mengingat kapasitas tribun Stadion Gajayana yang terbatas hanya untuk 35.000 orang, panitia telah menyiapkan strategi agar lautan jamaah tetap bisa mengikuti prosesi dengan khusyuk.

Ketua Panitia Harlah dari PWNU Jatim, Prof Masykuri Bakri, mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat dukungan penuh dari Polda Jatim, Kodam, dan Dishub Jatim untuk mengatur kepadatan.

"Solusinya, videotron akan diperbanyak di luar stadion hingga radius sekitar 3 kilometer bagi jamaah yang tidak tertampung di dalam lapangan,” jelas Prof Masykuri.

Baca juga: Membongkar Trauma dan Biaya: Senyum Kemanusiaan di Balik Kantong Darah PMI Kota Malang

Perayaan ini bukan sekadar doa bersama, melainkan muara dari rangkaian panjang kegiatan yang telah digelar di berbagai titik di Jawa Timur.

Mulai dari Kick Off di Unisma Malang, ziarah muassis, hingga penguatan ekonomi melalui Festival NUconomic di Blitar yang melibatkan 53 stan UMKM.

Tak ketinggalan, dimensi masa depan NU turut ditampilkan melalui Festival GenZINU yang menggabungkan tradisi pesantren seperti Lalaran Alfiyah dengan teknologi digital melalui AI Booth Camp Competition.

Gabungan antara tradisi spiritual yang kuat dan penguasaan teknologi ini menjadi simbol kesiapan NU memasuki abad kedua.

Akhir pekan ini, Kota Malang tidak hanya akan memutih oleh pakaian jamaah, tetapi juga menjadi saksi sejarah kuatnya jam'iyyah dalam membangun peradaban.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU