Sabtu, 07 FEBRUARI 2026 • 10:47 WIB

Menelusuri Sejarah Kota di Kalimantan Timur: Dari Kerajaan Tertua hingga Kelahiran Ibu Kota Nusantara

Author

Tenggarong. (Foto: Wikipedia)
KALTIM -
Mengulas sejarah kota di Kalimantan Timur (Kaltim) berarti membuka lembaran panjang peradaban Nusantara.

Wilayah ini bukan sekadar pusat komoditas energi, melainkan rumah bagi catatan sejarah tertulis pertama di Indonesia hingga menjadi lokasi mega proyek masa depan bangsa.

Berikut adalah perjalanan sejarah kota-kota utama di Bumi Etam yang dirangkum dari berbagai sumber otoritas sejarah:

Tenggarong: Fajar Peradaban Nusantara (Abad ke-4)

Tenggarong, yang kini menjadi ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara, merupakan pewaris takhta dari kerajaan tertua di Indonesia.

Berdasarkan bukti Prasasti Yupa yang ditemukan di Muara Kaman, Kerajaan Kutai Martapura telah berdiri sejak abad ke-4 Masehi dengan raja terkenalnya, Mulawarman.

Menurut catatan dalam buku Sejarah Nasional Indonesia (Jilid II), wilayah ini bertransformasi menjadi Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

Pada tahun 1782, Sultan Aji Muhammad Muslihuddin memindahkan pusat pemerintahan ke Tenggarong, yang hingga kini dijuluki sebagai Kota Raja.

Samarinda: Jejak Migrasi dan Filosofi "Sama Rendah" (1668)

Samarinda. (Foto: stikeshb.ac.id)
Sejarah Samarinda berakar dari peristiwa politik di Sulawesi Selatan.

Pasca Perjanjian Bongaya (1667), sekelompok masyarakat Bugis Wajo yang dipimpin oleh Lamaddukelleng bermigrasi ke wilayah Kutai.

Sesuai sumber dari Pemerintah Kota Samarinda, Sultan Kutai memberikan izin menetap di kawasan yang kini dikenal sebagai Samarinda Seberang pada tahun 1668.

Nama Samarinda dipercaya merujuk pada konstruksi rumah rakit yang dibangun sama rendah atau sejajar di atas permukaan air Sungai Mahakam, melambangkan kesetaraan harkat dan martabat para pendatang.

Balikpapan: Episentrum Industri Migas (1897)

Balikpapan. (Foto: eventdaerah.kemenparekraf.go.id)
Berbeda dengan kota lainnya, sejarah modern Balikpapan dimulai dari pengeboran minyak perdana di Sumur Mathilda pada 10 Februari 1897.

Mengutip catatan resmi Pertamina dan Sejarah Kota Balikpapan, pengeboran oleh perusahaan Belanda Nederlandsch-Indische Industrie en Handel Maatschappij (NIIHM) inilah yang menetapkan identitas Balikpapan sebagai Kota Minyak.

Keberadaan kilang minyak ini pula yang membuat Balikpapan menjadi medan tempur sengit antara Jepang dan Sekutu pada Perang Dunia II (1942–1945).

Bontang: Transformasi Desa Nelayan (1970-an)

Bontang. (Foto: trip.com)
Bontang bertransformasi secara radikal dari pemukiman nelayan kecil menjadi kota industri raksasa pada medio 1970-an.

Hal ini dipicu oleh penemuan cadangan gas alam yang masif dan pembangunan kilang LNG oleh PT Badak NGL serta pabrik pupuk PT Pupuk Kaltim.

Berdasarkan UU No. 47 Tahun 1999, Bontang resmi ditetapkan sebagai kota otonom, memisahkan diri dari Kabupaten Kutai.

Ibu Kota Nusantara (IKN): Babak Baru Masa Depan (2022-Sekarang)

Ibu Kota Nusantara. (Foto: ikn.go.id)
Sejarah Kalimantan Timur mencapai puncaknya dengan disahkannya UU No. 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.

Penempatan IKN di wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara menjadi babak baru yang menghubungkan akar sejarah Kesultanan di masa lalu dengan visi Indonesia Sentris di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU