Euforia Piala Dunia 2026: Titik Nobar di Kaltim Siap Disulap Jadi Pusat Belanja Produk Kreatif UMKM
KALTIM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berencana menyulap setiap titik nobar gratis menjadi pusat perbelanjaan produk kreatif dan kuliner UMKM lokal.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa demam sepak bola dunia tidak hanya membawa kesenangan, tetapi juga kemakmuran bagi pengusaha kecil di Bumi Etam.
Melalui TVRI Kalimantan Timur sebagai official broadcaster, Pemprov Kaltim menyiapkan infrastruktur nonton bareng yang terintegrasi dengan bazar rakyat di berbagai lokasi strategis.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan bahwa konsep nobar kali ini didesain agar lebih produktif.
Setiap titik nobar tidak hanya menyediakan layar lebar dan sistem suara yang mumpuni, tetapi juga stan-stan khusus yang akan diisi oleh para pelaku UMKM dan komunitas kreatif.
Baca juga: Kebanggaan Balikpapan! Dafa Zaidan Siap Unjuk Gigi di Piala Dunia U-17 Qatar 2025
“Kita akan siapkan tempat nonton bareng secara gratis dan mengundang pelaku UMKM di Kalimantan Timur. Tujuannya selain memberikan hiburan bagi masyarakat, juga mendorong perekonomian UMKM lokal yang tumbuh di tengah antusiasme masyarakat menyaksikan Piala Dunia,” jelas Seno Aji saat ditemui usai agenda Kick Off Bola Gembira Piala Dunia 2026, Minggu (1/2/2026) lalu.
Konsep inovatif lainnya adalah menjadikan kantor TVRI Kaltim sebagai creative hub.
Lokasi ini akan menjadi pusat aktivitas nobar yang memfasilitasi komunitas pemuda dan pelaku industri kreatif untuk memamerkan produk-produk unggulan mereka, mulai dari kerajinan tangan hingga merchandise bertema sepak bola hasil karya lokal.
Wagub Seno Aji menekankan bahwa momentum ini sangat berharga untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
Dengan penempatan titik nobar yang menjangkau hingga wilayah pelosok, hak publik atas hiburan berkualitas dapat terpenuhi sekaligus memperluas pasar bagi UMKM lokal yang selama ini sulit menjangkau konsumen massal.
Lebih dari sekadar menonton pertandingan, rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali ruang-ruang publik di Kaltim.
Pemprov menginginkan interaksi sosial yang hangat antarwarga terjalin sembari mendukung bisnis tetangga mereka sendiri.
“Ini bukan nobar biasa, tetapi menjadi sarana untuk menghidupkan ruang publik, mempererat kebersamaan, serta memberi ruang bagi UMKM dan pelaku kreatif untuk menunjukkan produknya pada masyarakat luas,” tambah Seno Aji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Kaltim